Investor Kripto Indonesia Tembus 21,7 Juta Orang

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Minat masyarakat Indonesia terhadap aset digital terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi finansial, semakin luasnya akses informasi, serta bertambahnya pilihan instrumen investasi menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan jumlah investor kripto di Tanah Air.

Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah investor aset kripto nasional hingga April 2026 telah mencapai 21,7 juta pengguna. Angka tersebut meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 14,16 juta investor.

Baca Juga :
OJK Respons Hasil Review MSCI soal Kondisi Pasar Modal RI, Begini Faktanya
OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi dan Pengawasan Perdagangan Saham Bakal Diperkuat

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa aset digital semakin diterima sebagai salah satu pilihan investasi oleh masyarakat. Tidak hanya investor berpengalaman, kalangan muda juga mulai melirik aset digital sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio.

Perkembangan industri kripto saat ini juga tidak lagi hanya berfokus pada aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum. Inovasi berbasis teknologi blockchain telah melahirkan berbagai instrumen baru yang menawarkan akses investasi lebih luas kepada masyarakat.

Salah satu tren yang mulai berkembang adalah tokenisasi aset atau tokenized assets. Teknologi ini memungkinkan berbagai aset dunia nyata, mulai dari saham hingga komoditas, direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperdagangkan melalui platform berbasis blockchain.

Fenomena tersebut juga terlihat secara global. Berdasarkan data RWA.xyz per 12 Mei 2026, kapitalisasi pasar tokenisasi aset dunia dalam 30 hari terakhir mengalami pertumbuhan 5,38 persen hingga mencapai US$32,18 miliar atau sekitar Rp563 triliun.

Di Indonesia, perkembangan tokenisasi aset mendapat perhatian positif dari regulator. OJK menilai teknologi blockchain dan kriptografi berpotensi membuka akses investasi yang lebih luas karena memungkinkan masyarakat berinvestasi dengan nilai yang relatif lebih terjangkau.

Meningkatnya jumlah investor juga diikuti oleh kenaikan aktivitas transaksi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tidak hanya bertambah dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga semakin aktif dalam memanfaatkan berbagai produk investasi digital yang tersedia.

Sejumlah platform aset kripto mulai menghadirkan beragam pilihan instrumen untuk memenuhi kebutuhan investor yang semakin beragam. Salah satunya adalah Pintu yang terus menambah pilihan tokenisasi aset yang dapat diperdagangkan oleh pengguna di Indonesia.

Baca Juga :
Dipilih OJK Jadi Bos BEI Definitif, Jeffrey Hendrik Tegaskan Ini
OJK Tetapkan Direksi BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut Definitif
Dasco Bertemu Bos OJK-BEI, Bahas Pembenahan Tata Kelola Bursa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Strategi Pangkas Masa Tunggu Haji
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wuling Pasok Mobil Listrik BinguoEV untuk Grab
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
1.411 Lulusan Unismuh Didorong Jadi Sarjana Adaptif di Tengah Perubahan Zaman
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Perintah Baru Prabowo, Pecut Bank-Bank BUMN Unjuk Gigi Lakukan Ini
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Biaya Sekolah Makin Mahal, Ini 6 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Bikin Kantong Jebol
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.