Demokrat ke PDIP: Tunjukkan Sikap Tegas, di Luar atau Dalam Pemerintah

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid menilai posisi politik PDIP membingungkan sehingga dinilai abu-abu. Juru bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan posisi PDIP saat ini memang masih belum terlihat tegas.

"Ya kalau dari Demokrat sendiri, bagi kita ini kan bagi masyarakat sebenarnya tidak masalah, masalah mendukung atau tidak mendukungnya gitu, ya, sikap PDIP kepada pemerintahan, mendukung atau tidak mendukung," kata Herzaky kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026)

"Tapi yang paling penting itu bagaimana itu bener-bener bisa dikomunikasikan kepada masyarakat bahwa sikapnya mendukung atau tidak mendukung, itu satu. Yang kedua, bagaimana implementasinya," sambungnya.

Baca juga: Kala Banteng Merah Melawan Cap Partai Abu-abu

Herzaky kemudian membandingkan dengan pengalaman Demokrat, yang pernah berada di luar pemerintahan selama sembilan tahun. Menurutnya, posisi politik harus dinyatakan secara terbuka agar publik tak bingung.

"Kalau Demokrat ini kan kita berpengalaman selama ini di luar pemerintahan, sebelumnya selama 9 tahun dan kita mengambil sikap yang tegas dan jelas gitu. Kita menyampaikan kritik, kita juga tegas gitu di situ," tutur Herzaky.

Menurutnya, banyak pihak bertanya-tanya melihat posisi PDIP saat ini. Meski begitu, pihaknya menghormati keputusan dari PDIP.

"Tapi lagi-lagi yang menjadi poin penting adalah silakan tunjukkan saja sikapnya yang tegas. Apakah hari ini beliau berada di luar, apakah beliau hari ini ada di dalam," lanjutnya.

Herzaky mengatakan sikap politik tidak cukup hanya disampaikan lewat pernyataan. Namun juga harus terlihat dalam tindakan nyata.

"Bukan hanya dalam bentuk statement saja, tapi juga bagaimana tadi kalau kita berbicara mengenai bahwa bukan sekadar sikap mendukung atau tidak mendukung, tetapi komunikasinya juga kepada publik secara jelas," tegas Herzaky.

"Yang kedua adalah bagaimana implementasi dalam kesehariannya, ya apakah itu di parlemen, apakah itu di isu-isu yang menjadi concern publik hari ini," sambung dia.

Menurutnya, saat ini banyak pihak menilai sikap PDIP masih abu-abu. Dia menekankan kejelasan posisi politik penting untuk publik.

"Masyarakat tidak bisa melihat dengan jelas nih sebenarnya hari ini yang di pemerintahan siapa, kemudian loh penyeimbangnya yang mana nih sebenarnya gitu," tuturnya.

"Nah, ini hari ini yang kemudian kita lihat masih belum clear gitu. Banyak juga memang temen-temen yang menanyakan gitu, 'Jadi sebenarnya ini di dalam apa di luar?' gitu. Wah, ini yang kemudian menjadi pertanyaan besar," imbuh dia.

Menurutnya, yang terpenting bukan terkait mendukung atau tidak. Namun kejelasan posisi dan komunikasi.

"Sebenarnya bukan masalah dukung dan tidak mendukung, tapi yang paling penting komunikasinya harus tegas, harus jelas, dan implementasinya itu juga yang harus diperjelas," pungkasnya.

Baca juga: PDIP Sindir Golkar Candu Kekuasaan: Kalah atau Menang Maunya Ikut Berkuasa

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid meminta PDIP bersikap tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Jazilul mengatakan sikap yang tak jelas bisa menimbulkan kesan membingungkan.

"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," kata Jazilul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6). Jazilul menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan keikutsertaan Andi Widjajanto dalam aksi demo beberapa hari lalu.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menjawab pernyataan Jazilul yang meminta PDIP bersikap tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan Prabowo. Andreas menegaskan partainya merupakan partai penyeimbang di luar pemerintah.

"Partai penyeimbang di luar pemerintahan," kata Andreas kepada wartawan, Jumat (19/6).

"Itu keputusan kongres partai," sambungnya.

Tonton juga video "AHY Harap Konflik Timur Tengah Tak Jadi Perang Dunia III"




(ond/amw)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praktisi Hukum Buka Suara Soal Konflik Ruben-Sarwendah, Batasi Akses Bisa Kehilangan Hak Asuh Anak
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi
• 47 menit lalurctiplus.com
thumb
Kasus Kematian Pria di Kebun Sawit Terungkap, Tiga Orang Jadi Tersangka
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Slamet Rahardjo dan Widyawati Reuni Akting di Film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK)
• 47 menit lalugrid.id
thumb
Chongqing Cultural Cyberpunk Tourism: Antara Gemerlap Kota dan Realitas Lokal
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.