Pantau - Pramuka Kota Surabaya berhasil meraih tiga rekor sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore yang digelar terpusat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Kegiatan tersebut melibatkan ratusan ribu peserta yang tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya dan menjadi salah satu agenda besar Gerakan Pramuka Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa Pengukuhan Garuda diikuti 65.000 peserta dari Golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan Basuh Kaki Orang Tua diikuti oleh 130.000 peserta.
Sementara itu, Demonstrasi Semaphore diikuti oleh 41.337 peserta.
Tanamkan Nilai Pancasila Sejak DiniEri Cahyadi mengatakan setelah kegiatan tersebut Pemerintah Kota Surabaya akan berkolaborasi dengan Pramuka untuk menggerakkan program Kampung Pancasila.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila merupakan jiwa yang melekat dalam setiap kegiatan Pramuka.
"Pramuka akan menjadi bagian itu, sehingga tadi yang saya bacakan (saat pengukuhan) itu jiwanya Pancasila. Maka itu bisa menjadi bagian untuk menggerakkan sejak dini ketika dia menjadi dewasa," ungkap Eri.
Pemerintah Kota Surabaya berharap nilai-nilai Pancasila dapat ditanamkan sejak usia dini melalui berbagai kegiatan Pramuka.
Eri juga mengapresiasi kegiatan Basuh Kaki Orang Tua yang menjadi salah satu pemecahan rekor MURI tersebut.
Menurutnya, kegiatan itu mengajarkan anak-anak untuk menghormati, menghargai, dan memohon ridho orang tua.
"Karena ridhonya Gusti Allah adalah ridhonya orang tua. Terima kasih buat Kak Mariyam, kegiatannya betul-betul sesuai dengan kekuatan agama, agama apapun selalu diajarkan menghormati, menghargai, minta ridho, dan Pramuka memberikan contoh," ujarnya.
Digelar di Berbagai Titik Kota SurabayaKetua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa pemecahan tiga rekor MURI dilaksanakan di sejumlah lokasi di Surabaya.
Lokasi penyelenggaraan meliputi Stadion Gelora Bung Tomo, Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, SMK Negeri 5 Surabaya, Kebun Bibit Surabaya, serta berbagai sekolah di Kota Surabaya.
"Sentralnya di sini (Stadion GBT)," tegas Mariyam.
Ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan semangat anggota Pramuka sekaligus menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam Gerakan Pramuka.
Menurut Mariyam, kegiatan itu juga dilakukan untuk mengubah pandangan bahwa pendidikan Pramuka bersifat monoton.
"Kegiatan ini berawal dari keprihatinan karena Pramuka ini kurang peminatnya. Kalau anak-anak yang sudah (menjadi) penegak di SLTA dia memang diinstruksikan untuk memakai baju Pramuka, tapi untuk cinta Pramuka tidak ada di dalam hatinya, karena dianggap pendidikan Pramuka itu monoton," katanya.
Melalui pemecahan tiga rekor MURI tersebut, Pramuka Kota Surabaya berharap dapat menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap Pramuka, menanamkan nilai karakter dan Pancasila, serta memperkuat hubungan anak dengan orang tua.
Sebagai dukungan terhadap pengembangan kegiatan Pramuka, Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan bumi perkemahan di kawasan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri.
"Kita sudah siapkan memang di Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Nanti insyaallah kalau itu sudah selesai, kita bisa mengadakan di sana," ujar Eri.




