Kejari Purwakarta Bantah Tolak Temui Massa Aksi PMII, Sebut Sudah Koordinasi soal Jadwal

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pascaaksi unjuk rasa yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Kamis (18/6/2026), Kajari Purwakarta dituding sengaja menutup diri dan tidak mau menemui massa mahasiswa.

Menjawab hal tersebut, pihak Kejaksaan menyebut sebenarnya sudah melakukan koordinasi yang diupayakan sejak malam sebelum aksi digelar.

Pihak Kejaksaan meluruskan bahwa absennya Kajari murni karena persoalan jadwal, bukan resistensi terhadap aspirasi publik.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwakarta, Ratno Timur Habeahan Pasaribu, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa kabar rencana aksi tersebut baru diterima pihaknya pada Rabu (17/6/2026) malam. Waktu yang terhitung mepet itu langsung direspons dengan upaya komunikasi persuasif kepada pimpinan mahasiswa.

"Malam itu juga, kami langsung berkoordinasi dan konsolidasi dengan Ketua PC PMII Purwakarta via WhatsApp. Kami meminta agar aksi bisa digeser ke hari Jumat. Mengapa? Karena pada hari Kamis, agenda institusi sudah terkunci penuh," ujar Ratno, Sabtu (20/6/2026).

Agenda yang dimaksud Ratno adalah Festival Jaksa Masuk Sekolah (JMS) 2026. Ia menjelaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan sebuah proyek inovasi unggulan yang diinisiasi langsung oleh Kajari Purwakarta untuk merangkul generasi muda.

Ratno mengaku bahwa skala acara yang besar membuat seluruh pegawai Kejari Purwakarta harus turun tangan menjadi panitia pelaksana.

"Rangkaian acaranya sangat maraton, dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga tuntas pukul 19.30 WIB. Seluruh energi dan konsentrasi personel kami tercurah untuk menyukseskan kegiatan itu. Jadi, tidak ada ruang waktu yang longgar di hari Kamis," kata Ratno menjelaskan situasi di internal kejaksaan hari itu.

Menanggapi isu miring yang beredar, Ratno menegaskan bahwa Kejaksaan tidak pernah menggunakan tameng kesibukan untuk menghindari kritik. Pihaknya mengklaim telah menyodorkan jalan tengah yang akomodatif melalui pesan tertulis sebelum mahasiswa turun ke jalan.

"Dalam pesan tersebut sudah kami sampaikan, apabila rekan-rekan PMII bersedia menggeser aksinya pada hari Jumat tgl 19 Juni, maka Kajari Purwakarta yang akan menerima langsung aspirasi mereka. Namun, jika PMII tetap memilih menyampaikan aspirasinya pada hari Kamis tgl 18 Juni 2026, maka akan diterima secara resmi oleh saya selaku Kasi Intel Kejari Purwakarta," tegas Ratno.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oknum Satpol PP Bogor yang Gadaikan SK Bawahan Dipecat sebagai ASN
• 17 jam lalukompas.com
thumb
AS dan Qatar Kaji Pelepasan Aset Beku Iran Senilai Rp106 Triliun Lebih
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cak Imin Minta Publik Sabar, Sebut Hasil Program Prabowo Baru Terasa 2 Tahun Lagi
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Doa hingga Tabur Bunga
• 16 jam laludetik.com
thumb
Kronologi Tragis YTT: Perempuan Asal Bandung yang Hilang Selama 3 Tahun, Diduga Disekap Kekasih hingga Wajah Rusak dan Kondisinya Kritis
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.