VIVA – Ekuador dan Curacao sama-sama memburu kemenangan perdana saat bertemu pada pertandingan kedua Grup E Piala Dunia 2026. Duel yang mempertemukan wakil Amerika Selatan dengan debutan asal Karibia itu akan berlangsung di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Kansas City, Amerika Serikat, Minggu 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi laga krusial bagi kedua tim setelah gagal meraih poin pada pertandingan pembuka. Ekuador harus mengakui keunggulan Pantai Gading dengan skor tipis 0-1, sementara Curacao mengalami kekalahan besar 1-7 dari Jerman.
Situasi tersebut membuat tiga poin menjadi harga mati bagi kedua negara. Ekuador membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar, sedangkan Curacao berusaha bangkit setelah debut pahit di turnamen sepak bola terbesar dunia.
- Paul ELLIS / AFP
Ekuador datang ke Piala Dunia 2026 dengan catatan yang cukup meyakinkan. La Tri sebelumnya mencatat 19 pertandingan tanpa kekalahan sebelum akhirnya takluk dari Pantai Gading.
Di bawah asuhan Sebastian Beccacece, Ekuador dikenal sebagai tim yang sulit ditembus. Mereka mencatat 13 pertandingan tanpa kebobolan dalam periode tersebut dan memiliki organisasi pertahanan yang menjadi salah satu kekuatan utama.
Namun, kekalahan dari Pantai Gading menjadi peringatan bagi Ekuador. Gol telat Amad Diallo membuat rekor panjang mereka terhenti sekaligus menambah tekanan jelang menghadapi Curacao.
Pelatih Sebastian Beccacece menegaskan anak asuhnya tidak boleh menganggap remeh Curacao meski lawan mereka datang setelah kalah telak dari Jerman.
Menurutnya, Ekuador harus tetap bermain disiplin, menjaga konsentrasi, serta mengantisipasi transisi cepat yang menjadi salah satu senjata Curacao.
"Kami harus menghormati setiap lawan. Curacao memiliki pemain berkualitas dan mampu memberikan masalah jika kami kehilangan fokus," ujar Beccacece dikutip laman FIFA.
Kemenangan atas Curacao juga menjadi modal penting sebelum Ekuador menghadapi laga terakhir fase grup melawan Jerman.
Curacao Ingin Buktikan Bukan Sekadar Tim DebutanDi sisi lain, Curacao membawa cerita berbeda di Piala Dunia 2026. Negara kecil dari kawasan Karibia itu mencatat sejarah sebagai salah satu negara dengan populasi terkecil yang tampil di putaran final Piala Dunia.





