Titiek Sapa Napi di Kolam Udang Nusakambangan: Senang Nggak, Ada Kesibukan?

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Cilacap -

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menyaksikan panen udang Vaname di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Dia menyapa para narapidana (napi) yang sedang beraktivitas di area kolam.

"Yang mengerjakan ini (budidaya udang) warga binaan nih, mas-mas ini. Biasanya kalau di dalam (lapas) ngapain saja (sebelum ada program ketahanan pangan)?" tanya Titiek di lokasi, Kawasan Bantar Panjang, Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

"Nggak ngapa-ngapain," jawab napi tersebut.

Baca juga: Titiek Soeharto Icip Anggur Rawatan Napi Nusakambangan: Enak, Manis

Titik kembali menanyakan kemanfaatan dari program ketahanan pangan bagi napi. Napi tersebut mengaku senang dengan adanya program ini.

"Sekarang ada kayak gini, ada kesibukan seneng nggak?" tanya Titiek.

"Senang, Bu," jawab napi tersebut.

Titiek lalu bertanya soal premi yang didapat napi dari mengikuti program ini. Napi tersebut mengaku mendapatkan Rp 25 ribu perhari.

"Alhamdulillah, di samping sibuk, nanti dapat preminya kan? Dapat persenan. Setiap apa didapatnya? Sehari Rp 25 ribu, satu bulan Rp 750 ribu, lumayan," kata Titiek.

Dalam kesempatan ini Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menjelaskan pihaknya akan memberi bonus pada bila hasil produksi meningkat.

"Nanti kalau hasil produksinya lebih bagus, nanti akan ada bonus, Bu," ucap Agus.

Titiek tinjau tambak udang di Nusakambangan (Foto: Audrey Santoso/detikcom)

Diketahui, luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya udang Vaname seluas 20 hektare. Di lahan ini, terbentang 20 kolam aktif, yang menampung 11 juta benur.

Sementara itu di Kawasan Pasir Putih, lahan udang seluas 20 hektare dengan 14 kolam. Sejak awal 2025 hingga kini, Nusakambangan telah memanen 165 ton udang Vaname pada siklus pertama.

Baca juga: Titiek Soeharto Endorse Produk Konveksi Karya Napi Nusakambangan

Nusakambangan Kini

Transformasi Nusakambangan merupakan ide yang dicanangkan Menteri Agus setelah dirinya dilantik Prabowo. Di masa transisi Ditjenpas dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kemenimipas, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang banyak aset milik Kemenimipas yang berstatus lahan tidur atau idle.

Oleh sebab itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan tidur dengan membangun balai latihan kerja (BLK), agar para napi memiliki kegiatan pengembangan diri. Tujuannya, keterampilan yang didapat di BLK menjadi bekal saat mereka bebas dari penjara, dan tak kembali melakukan kejahatan.

Prasarana pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk napi yang telah berdiri di Nusakambangan di antaranya workshop batako dan paving block berbahan dasar material fly ash bottom ash (FABA), BLK konveksi; BLK pengolahan pupuk organik; budidaya ikan Sidat; pengolahan sampah.

Budidaya ikan Nila, Lele dan Bawal; tambak udang Vaname; peternakan sapi, domba dan unggas; BLK pelintingan rokok: BLK produksi Mocaf hingga budidaya anggrek pun turut dikembangkan di sini.




(aud/lir)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Resmi Tahan Founder PT DSI Usai Diperiksa 10 Jam oleh Penyidik
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Kelompok Peternak Sebut Serapan Daging Ayam oleh SPPG tak Signifikan
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Andrew Robertson Berikan Apresiasi Tartan Army atas Dukungan dan Menemani Perjuangannya
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Preview Piala Dunia 2026: Kans Argentina dan Prancis Kunci Tiket 32 Besar
• 15 jam laluberitajatim.com
thumb
Almiron Korban Pertama Aturan Tutup Mulut FIFA
• 15 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.