Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina kemungkinan tidak akan terjadi jika negara-negara Barat tidak mengeluarkan Rusia dari Kelompok Delapan (G8).
Dalam wawancara dengan The Axios Show yang dirilis pada Jumat kemarin, Trump mengatakan keputusan untuk mengeluarkan Rusia dari forum tersebut merupakan langkah yang keliru.
“Mereka seharusnya mempertahankan G8. Mungkin tidak akan ada perang antara Rusia dan Ukraina jika mereka melakukannya,” kata Trump, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia juga menyinggung pemerintahan mantan Presiden AS, Barack Obama, yang menurutnya tidak menginginkan Rusia tetap berada dalam kelompok tersebut.
Pernyataan itu bukan pertama kalinya disampaikan Trump. Saat menghadiri KTT G7 di Evian pada pekan ini, ia kembali mempertanyakan keputusan negara-negara Barat yang mengeluarkan Rusia dari forum tersebut.
Menurut Trump, sejumlah negara anggota saat itu mendorong agar Rusia dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, tidak lagi menjadi bagian dari kelompok tersebut.
“Mereka ingin Putin dikeluarkan. Dulu namanya G8. Akan jauh lebih baik jika mereka mempertahankan format itu,” ujarnya.
Sebelumnya pada April lalu, Trump juga menyatakan bahwa forum ekonomi negara-negara maju akan berada dalam posisi yang lebih baik apabila Rusia tidak dikeluarkan dari G8.
Ia bahkan menyebut sekitar 90 persen pembahasan dalam berbagai forum G7 tetap berkaitan dengan Rusia, meskipun negara tersebut sudah tidak lagi menjadi anggota.
Pada 2025, Trump menyebut keputusan mengeluarkan Rusia dari kelompok itu sebagai “kesalahan yang sangat besar."
G8 merupakan forum yang terdiri atas negara-negara ekonomi maju dunia. Format tersebut berlaku sejak 1998 setelah Rusia bergabung dengan kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai G7.
Namun pada 2014, keanggotaan Rusia ditangguhkan menyusul penyatuan Krimea dengan Rusia yang memicu kecaman dari negara-negara Barat. Sejak saat itu, forum tersebut kembali menggunakan format G7 yang terdiri atas Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang.
Baca juga: Uni Eropa Tegaskan Dukungan untuk Ukraina dan Desak Rusia Segera Gencatan Senjata




