Terbongkar! Bendahara Fredy Pratama Bawa Miliaran Rupiah ke Thailand 168 Kali, Akhir Pelariannya Berhenti di Malaysia

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perburuan terhadap jaringan narkotika internasional kerap berlangsung dalam waktu panjang dan melibatkan kerja sama lintas negara. 

Para pelaku yang terlibat biasanya tidak hanya bergerak dalam distribusi barang haram, tetapi juga membangun sistem keuangan yang rumit untuk menyamarkan hasil kejahatan. 

Karena itu, membongkar aliran dana sering kali menjadi kunci utama untuk melemahkan sebuah sindikat narkoba besar.

Dalam sejumlah kasus, figur yang mengatur keuangan jaringan narkotika memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan bandar utama. Mereka bertugas memastikan uang hasil perdagangan narkoba dapat dipindahkan, disamarkan, dan digunakan kembali tanpa terdeteksi aparat penegak hukum. 

Dengan dukungan jaringan lintas negara, proses pencucian uang tersebut sering dilakukan melalui berbagai modus, mulai dari transaksi tunai hingga pemanfaatan teknologi keuangan modern.

Gambaran itu terlihat dalam pengungkapan terbaru Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang berhasil menangkap Frans Antoni, sosok yang disebut sebagai bendahara sekaligus orang kepercayaan gembong narkoba internasional Fredy Pratama. 

Setelah berstatus buronan selama lebih dari dua tahun, pelarian panjang Frans akhirnya berakhir di Malaysia melalui operasi gabungan yang melibatkan sejumlah unsur kepolisian.

Jejak Pelarian Frans Antoni dari Thailand hingga Malaysia

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap Frans Antoni, buronan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait dengan jaringan narkotika internasional pimpinan Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa setelah sejumlah anggota jaringan Fredy Pratama ditangkap aparat, Frans memilih melarikan diri ke Thailand dan hidup berpindah-pindah untuk menghindari pengejaran.

Menurut Eko, selama berada di Negeri Gajah Putih tersebut, Frans mendapat bantuan dari orang kepercayaan Fredy yang berkewarganegaraan Thailand.

"Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap kurang lebih selama dua tahun di daerah Narasiri, Thailand," kata Eko kepada wartawan, Jumat (19/6).

Keberadaan Frans di Thailand diduga sengaja disembunyikan dengan dukungan jaringan yang masih loyal kepada Fredy Pratama. Tidak hanya itu, ia juga disebut memperoleh bantuan saat berpindah ke Malaysia secara ilegal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PTPN IV bantu 1.000 anak yatim-duafa dan perbaiki 16 rumah ibadah
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Gencatan Senjata Tak Ngaruh, Serangan Israel Tewaskan 11 Orang
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Edy Khemod dan Ernest Ungkap Makna di Balik Judul "Operasi Pesta Copet"
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Hanya Piala Dunia 2026! TVRI Jelaskan Cakupan Hingga Proses Distribusi Hak Siar FIFA Hingga Tahun 2027
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Iran Ancam Batalkan Perundingan Damai dengan AS Jika Syarat tak Dipenuhi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.