Kata Bahlil dan Dirut PLN soal Listrik di Jawa Padam Bergilir

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan PT PLN (Persero) buka suara terkait pemadaman listrik bergilir yang disebabkan seretnya pasokan batu bara yang dimiliki pembangkit.

Bahlil mengakui bahwa masih ada kebutuhan pasokan batu bara kalori menengah 5.200 kcal/kg GAR selama Juni 2026, yang tengah dicari solusinya melalui pembentukan tim pengadaan lintas sektor.

"Ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini semakin hari kan semakin rendah, nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya enggak ada masalah," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Minggu (21/6).

Bahlil menjelaskan, ada kendala pasokan batu bara untuk pembangkit PLN. Dari total kebutuhan 154 juta ton sepanjang tahun ini, yang baru terkontrak 134 juta ton, sehingga kurangnya 18-20 juta ton. Namun, dia memastikan tidak ada lagi pemadaman listrik.

"Insyaallah enggak ya (ada pemadaman listrik)," tegas Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, meminta maaf terkait terjadinya pemadaman listrik secara bergilir di Pulau Jawa. Hal itu terjadi akibat kendala pasokan batu bara untuk pembangkit.

“Pertama-tama, kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir,” kata Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (19/6) malam.

Darmawan mengatakan PLN juga terus melakukan langkah untuk mempercepat pasokan batu bara tingkat kandungan kalori menengah Medium Rank Coal (MRC). Dengan begitu, ia mengupayakan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar.

Ia juga menjelaskan saat ini pasokan MRC sudah disalurkan dan mulai mengalir ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik Mitra.

“Di antaranya untuk di Jawa Bagian Barat yaitu PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya 1-8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, PLTU Indramayu. Dan untuk PLTU di Jawa Bagian Timur diantaranya PLTU Paiton 1 dan 2,PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan,dan PLTU Tanjung Awar-Awar,” jelas Darmawan.

Selain terkait pasokan batu bara, Darmawan juga menjelaskan kendala lainnya yang menyebabkan pemadaman listrik secara bergilir. Kendala tersebut adalah kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa.

“Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suharyanto: BNPB Segera Bangun Huntara untuk Korban Gempa Sigi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Eloy Room, Kiper Veteran yang Pernah Dipermalukan Pilar Timnas Indonesia dan Kini Cetak Sejarah Bareng Curacao di Piala Dunia 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
SBY Terharu Saat Nobar Film dengan Anak Panti Asuhan, Teringat Masa Kecil
• 20 jam laludetik.com
thumb
Real Madrid tegaskan tidak sedang dekati Michael Olise
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Motor Ojol Diangkut Dishub Jakarta, Ini Penjelasan Gubernur Pramono
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.