Baznas RI kirim 18 dai ke Pulau Buru guna perkuat pembinaan mualaf

antaranews.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi, Jawa Barat, melepaskan 18 dai ke Pulau Buru, Maluku, dalam Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII guna memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf.

Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen Baznas dalam mendukung penguatan akidah dan pembinaan masyarakat mualaf, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Baznas berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Zainut menjelaskan kolaborasi antara Baznas RI dan Ponpes Al Fath merupakan bentuk sinergi yang saling melengkapi dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam.

Baca juga: Baznas pacu program pembinaan mualaf di Enrekang Sulsel

Kerja sama tersebut seperti gayung bersambut, kata dia, di mana pesantren menyediakan sumber daya dakwah, sementara Baznas mendukung melalui program pemberdayaan dan pendanaan.

Zainut menegaskan para dai yang bertugas di lapangan harus mengedepankan metode dakwah bil hikmah, yakni pendekatan dakwah yang dilakukan dengan kebijaksanaan, nasihat yang baik, serta dialog yang santun.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," ujarnya.

Zainut juga menekankan pentingnya memahami kondisi masyarakat yang menjadi sasaran dakwah. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat awam maupun para mualaf harus dilakukan secara bertahap dan penuh empati.

Baca juga: Baznas: perlu penguatan psikologis pada mualaf

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," ucapnya.

Melalui program ini, Baznas RI dan Ponpes Al Fath berharap kualitas pembinaan mualaf di Pulau Buru semakin meningkat melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Selain memperkuat keimanan para mualaf, program tersebut juga diharapkan mampu mempererat ukhuwah islamiah dan menjadi contoh kolaborasi dakwah bagi berbagai lembaga di Indonesia.

Baca juga: Baznas salurkan zakat untuk ratusan mualaf di Makassar


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jabar Siapkan 700 Sekolah Swasta yang Tidak Diterima di Negeri, Dedi Mulyadi Janjikan Hal Ini
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Dibintangi Arya Saloka dan Acha Septriasa, Film Munafik Tayang 3 September
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ruben Onsu: Saya Hanya Mau Jalan-jalan Sama Anak
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Google Doodle Angkat Dangdut di Hari Musik Sedunia, Minat Pencarian Kian Melonjak
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ngobrol Santai di Camajaya FM, Musa Sanjaya Kupas Bahaya Hoaks di Era Digital
• 9 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.