Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan PT Transjakarta meresmikan penamaan Halte Setiabudi Integritas, Minggu.
Penamaan Halte Setiabudi Integritas merupakan kolaborasi KPK dengan Pemprov Jakarta dan PT Transjakarta dalam rangka memperluas kampanye nilai-nilai integritas di ruang publik.
Selain itu, peresmian Halte Setiabudi Integritas dilakukan bersamaan dengan peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta.
Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Ketua DPRD Jakarta Suhud Alynudin, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan pejabat Pemprov DKI Jakarta maupun KPK, serta pejabat PT Transjakarta.
Menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, penamaan Halte Setiabudi Integritas bukan sekadar seremoni, bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, serta bukan sekadar lokasi yang dilewati masyarakat setiap hari.
"Tetapi setidaknya harapan saya dengan sebuah penamaan yang menunjukkan identitas, itu bisa menjadi sebuah memori kolektif. Orang akan mengingat, orang akan menjaga, akan melakukan sesuatu yang positif sesuai dengan namanya," kata Setyo.
Dia menyebut ide penamaan tersebut muncul dari kebiasaannya menggunakan transportasi umum seperti KRL, Transjakarta, LRT, dan MRT.
Dari situ, dirinya meminta Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK melakukan koordinasi dengan Pemprov Jakarta. Usulan tersebut kemudian disambut baik oleh Gubernur Pramono Anung.
"Kita enggak bisa bilang apalah arti sebuah nama, tapi nama mengandung makna yang sangat luar biasa. Saya yakin semua setuju," kata Setyo.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan halte tersebut tidak menggunakan dana APBN, melainkan berasal dari pendapatan iklan.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jakarta tidak semata-mata bergantung pada APBD.
"Mudah-mudahan penamaan ini menambah semangat karena hari ini Jakarta ada tiga momentum utama," ujar Pramono.
Tiga momentum tersebut adalah peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said, kegiatan pilah sampah di Monas, serta peletakan batu pertama pembangunan dek pejalan kaki (pedestrian deck) di Dukuh Atas yang akan menghubungkan lima moda transportasi dan ditargetkan selesai pada tahun depan.
"Kami laporkan ke Ketua KPK dan mohon diawasi, karena sepenuhnya untuk 'pedestrian deck' (dek pejalan kaki) ini tidak menggunakan APBN. Jadi, saat ini Jakarta menggunakan skema pembiayaan (financing) yang memberikan ruang untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam pembangunan Jakarta," kata Pramono.
Turut hadir dalam peresmian tersebut komedian Cak Lontong yang merespons positif penamaan Halte Setiabudi Integritas.
Menurut dia, penamaan tersebut membawa harapan bagi warga Jakarta untuk terus mengingat dan menjaga integritas.
"Penamaan itu punya harapan. Jadi, kita beri nama integritas, harapannya kita selalu mengingatkan siapa pun untuk menjaga integritas. Apalagi kawasan ini persis berada di depan Gedung KPK. Jadi, integritas adalah yang utama, dan bukan berarti hanya berhenti pada formalitas penamaan, tetapi bagaimana komitmen kita," kata Cak Lontong.
Baca juga: Warga keluhkan gelapnya JPO Halte Transjakarta Cawang Baru
Baca juga: TransJakarta bangun empat halte BRT baru jelang Piala Dunia U-17
Baca juga: Warga harap Transjakarta pertahankan Koridor 1 Blok M-Kota pada 2025
Penamaan Halte Setiabudi Integritas merupakan kolaborasi KPK dengan Pemprov Jakarta dan PT Transjakarta dalam rangka memperluas kampanye nilai-nilai integritas di ruang publik.
Selain itu, peresmian Halte Setiabudi Integritas dilakukan bersamaan dengan peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta.
Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Jakarta Pramono Anung, Ketua KPK Setyo Budiyanto, Ketua DPRD Jakarta Suhud Alynudin, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan pejabat Pemprov DKI Jakarta maupun KPK, serta pejabat PT Transjakarta.
Menurut Ketua KPK Setyo Budiyanto, penamaan Halte Setiabudi Integritas bukan sekadar seremoni, bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, serta bukan sekadar lokasi yang dilewati masyarakat setiap hari.
"Tetapi setidaknya harapan saya dengan sebuah penamaan yang menunjukkan identitas, itu bisa menjadi sebuah memori kolektif. Orang akan mengingat, orang akan menjaga, akan melakukan sesuatu yang positif sesuai dengan namanya," kata Setyo.
Dia menyebut ide penamaan tersebut muncul dari kebiasaannya menggunakan transportasi umum seperti KRL, Transjakarta, LRT, dan MRT.
Dari situ, dirinya meminta Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK melakukan koordinasi dengan Pemprov Jakarta. Usulan tersebut kemudian disambut baik oleh Gubernur Pramono Anung.
"Kita enggak bisa bilang apalah arti sebuah nama, tapi nama mengandung makna yang sangat luar biasa. Saya yakin semua setuju," kata Setyo.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan halte tersebut tidak menggunakan dana APBN, melainkan berasal dari pendapatan iklan.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jakarta tidak semata-mata bergantung pada APBD.
"Mudah-mudahan penamaan ini menambah semangat karena hari ini Jakarta ada tiga momentum utama," ujar Pramono.
Tiga momentum tersebut adalah peresmian kawasan Jalan HR Rasuna Said, kegiatan pilah sampah di Monas, serta peletakan batu pertama pembangunan dek pejalan kaki (pedestrian deck) di Dukuh Atas yang akan menghubungkan lima moda transportasi dan ditargetkan selesai pada tahun depan.
"Kami laporkan ke Ketua KPK dan mohon diawasi, karena sepenuhnya untuk 'pedestrian deck' (dek pejalan kaki) ini tidak menggunakan APBN. Jadi, saat ini Jakarta menggunakan skema pembiayaan (financing) yang memberikan ruang untuk membangun kepercayaan masyarakat dalam pembangunan Jakarta," kata Pramono.
Turut hadir dalam peresmian tersebut komedian Cak Lontong yang merespons positif penamaan Halte Setiabudi Integritas.
Menurut dia, penamaan tersebut membawa harapan bagi warga Jakarta untuk terus mengingat dan menjaga integritas.
"Penamaan itu punya harapan. Jadi, kita beri nama integritas, harapannya kita selalu mengingatkan siapa pun untuk menjaga integritas. Apalagi kawasan ini persis berada di depan Gedung KPK. Jadi, integritas adalah yang utama, dan bukan berarti hanya berhenti pada formalitas penamaan, tetapi bagaimana komitmen kita," kata Cak Lontong.
Baca juga: Warga keluhkan gelapnya JPO Halte Transjakarta Cawang Baru
Baca juga: TransJakarta bangun empat halte BRT baru jelang Piala Dunia U-17
Baca juga: Warga harap Transjakarta pertahankan Koridor 1 Blok M-Kota pada 2025





