Jakarta, tvOnenews.com - Kemenham Jabar mengawal pemenuhan hak korban dugaan kekerasan dan penyekapan di Bandung.
Adapun korban perempuan berinisial YNT itu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Kepala Kanwil Kemenham Jabar Hasbullah Fudail mengatakan pihaknya memastikan korban memperoleh akses layanan kesehatan, pendampingan serta proses pemulihan yang layak.
Hal ini juga termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan perlindungan korban selama masa perawatan.
"Kami akan terus mengawal penanganan kasus ini agar hak-hak korban terpenuhi dan mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya. Ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjamin penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Hasbullah mengatakan YNT mengalami kondisi medis serius yang memerlukan penanganan intensif.
Diketahui korban mengalami luka robek pada mulut, kehilangan dua gigi atas dan satu gigi bawah serta ditemukan sejumlah bekas luka dan sundutan rokok pada tubuhnya yang mengindikasikan dugaan kekerasan dalam jangka waktu lama.
Selain itu, sambung dia, mata kanan korban mengalami infeksi berat hingga harus dioperasi dan diangkat. Diketahui pula infeksi telah menyebar ke bagian kepala.
Hasbullah mengatakan proses pemulihan korban menghadapi kendala administratif karena dokumen kependudukan korban masih dikuasai pihak yang diduga sebagai pelaku.
Kondisi tersebut mengakibatkan pembiayaan pengobatan belum sepenuhnya dapat memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan.
Untuk mengatasinya, Kanwil Kemenham Jabar berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk UPTD di bawah DP3AKB Jawa Barat untuk mengupayakan pembiayaan perawatan melalui LPSK. (ant/nsi)




