Zelensky Kembalikan Penghargaan Tertinggi Polandia usai Dicabut Nawrocki

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengembalikan penghargaan tertinggi negara Polandia setelah Presiden Karol Nawrocki mencabutnya.

Pencabutan dan pengembalian penghargaan ini dipicu sengketa sejarah sensitif antara kedua negara terkait peristiwa Perang Dunia II.

Melalui unggahan di media sosial X pada Sabtu, Zelensky mengatakan penghargaan tersebut diberikan untuk rakyat Ukraina dan angkatan bersenjata negaranya.

“Hari ini saya mengirimkan kembali penghargaan itu kepada Presiden Polandia. Saya percaya masa depan akan membuktikan penghormatan yang layak diterima rakyat Ukraina,” tulis Zelensky, seperti dikutip dari India Today, Minggu, 21 Juni 2026.

Unggahan tersebut disertai foto penghargaan dan bukti pengiriman paket ke kantor kepresidenan Polandia.

Penghargaan yang dikembalikan adalah Order of the White Eagle, penghargaan sipil tertinggi Polandia yang diberikan kepada Zelenskyy pada 2023 oleh mantan Presiden Polandia, Andrzej Duda. Kontroversi UPA Pencabutan penghargaan oleh Karol Nawrocki dipicu keputusan Zelenskyy pada Mei lalu yang menamai satu unit Pasukan Operasi Khusus Ukraina dengan nama Tentara Pemberontak Ukraina (UPA).

UPA merupakan kelompok bersenjata yang beroperasi pada 1940-an dan 1950-an. Di Ukraina, kelompok tersebut dipandang oleh sebagian kalangan sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan melawan Jerman Nazi dan Uni Soviet.

Namun di Polandia, UPA dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan puluhan ribu warga Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia Timur selama Perang Dunia II.

Dalam pernyataannya, Nawrocki mengatakan mayoritas masyarakat Polandia memandang UPA sebagai organisasi yang bertanggung jawab atas kejahatan brutal terhadap warga Polandia.

Meski mencabut penghargaan, Nawrocki menegaskan langkah tersebut tidak akan mengurangi dukungan Polandia terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia.

Keputusan Zelenskyy menamai unit militer dengan nama UPA memicu kritik luas di Polandia, negara yang selama ini menjadi salah satu pendukung utama Ukraina dan menampung jutaan pengungsi Ukraina sejak perang dengan Rusia dimulai. Ketegangan Ukraina-Polandia Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah pejabat Ukraina, termasuk Kepala Direktorat Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov, menyatakan akan mengembalikan penghargaan negara yang pernah diberikan Polandia kepada mereka.

Budanov menyebut keputusan Nawrocki sebagai tindakan yang tidak bersahabat terhadap rakyat Ukraina dan menguntungkan Rusia.

Namun tidak semua pihak di Ukraina mendukung langkah tersebut. Mantan Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk, menilai keputusan mengembalikan penghargaan bukan respons yang tepat terhadap tindakan Polandia.

Meski hubungan kedua negara sempat memanas, para pemimpin Polandia dan Ukraina tetap menegaskan komitmen untuk melanjutkan kerja sama.

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, bahkan meminta kedua pihak menahan emosi dan tidak memperburuk ketegangan.

“Garis depan berada di tempat lain,” tulis Tusk di media sosial, seraya memperingatkan bahwa perselisihan tersebut justru menguntungkan Rusia dan mengejutkan para sekutu kedua negara.

Dalam beberapa bulan terakhir, Polandia dan Ukraina sebenarnya menunjukkan kemajuan dalam upaya rekonsiliasi sejarah, termasuk terkait proses ekskavasi dan identifikasi korban warga Polandia yang tewas pada masa perang.

Namun sengketa terbaru menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai sejarah masih menjadi isu sensitif yang berpotensi memengaruhi hubungan bilateral kedua negara.

Baca juga:  Polandia Cabut Penghargaan Tertinggi untuk Zelensky Terkait Memori Perang Dunia II


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ulang Tahun ke-65, Jokowi: Saya Tidak Pernah Rayakan Ulang Tahun
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Veda Ega Bikin Bangga! Start dari Baris Ketiga Moto3 Ceko 2026, Peluang Podium Terbuka
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Dukung Antikorupsi, Pram Resmikan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Merawat Kesehatan Mata Jadi Investasi Masa Depan, Ini Alasannya
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
FKBI Dorong Pertamina Perkuat Pelayanan Publik dan Transisi Energi Bersih Usai Masuk Fortune Southeast Asia 500
• 4 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.