HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemain Timnas Spanyol Lamine Yamal mengakui bahwa Lionel Messi adalah pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Namun bagi bintang muda Barcelona tersebut, Messi bukan idolanya.
Neymar mengungkapkan sosok yang paling menginspirasinya dalam karier adalah Neymar. Pernyataan ini memicu perdebatan baru di kalangan penggemar sepak bola mengenai warisan para legenda dunia.
Pemain muda tersebut tidak ragu menilai Messi sebagai figur yang tak tergantikan dalam sejarah sepak bola. Ia menilai konsistensi sang legenda dalam setiap pertandingan menjadi bukti nyata statusnya.
“Saya pikir di setiap pertandingan Messi menunjukkan bahwa dia adalah pemain terbaik dalam sejarah,” jelas Yamal.
“Jika seseorang masih memiliki keraguan, itu karena mereka memang mencarinya; tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Bagi saya, dia adalah yang terbaik,” tambahnya dengan tegas.
Neymar Jadi Figur InspiratifMeski mengakui kehebatan Messi, Yamal memberikan jawaban berbeda ketika ditanya mengenai sosok yang menjadi panutannya. Ia memilih Neymar sebagai idola utama yang memengaruhi gaya bermainnya, terutama dalam hal menggiring bola, kelincahan, dan keberanian menghadapi lawan.
“Jelas, idola saya adalah Neymar karena saya suka melihat cara dia bermain, tetapi Messi adalah yang terbaik, dan tidak ada perdebatan mengenai hal itu,” beber Yamal saat ditemui.
Fokus Pemulihan FisikDalam persiapan menghadapi laga Spanyol melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Yamal menegaskan pentingnya proses pemulihan fisik yang bertahap setelah sempat mengalami cedera. Ia mengaku belum siap bermain penuh selama 90 menit dan memilih menyesuaikan diri dengan kondisi fisiknya terlebih dahulu.
“Saya pikir ini masih terlalu cepat, itu tidak perlu. Saya memiliki proses adaptasi terlebih dahulu,” kata Yamal.
“Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk bermain satu pertandingan penuh, tetapi saya bisa memainkan menit yang diberikan pelatih,” jelasnya.
Ambisi Menghadapi Tim Terbaik di Piala DuniaYamal juga menegaskan bahwa Spanyol tidak akan menghindari lawan berat di fase gugur Piala Dunia, bahkan menyambut kemungkinan bertemu Argentina di babak 16 besar. Menurutnya, menghadapi tantangan terbesar adalah bagian penting dalam perjalanan meraih gelar juara.
“Kami adalah Spanyol dan kami ingin bermain melawan yang terbaik,” kata Yamal. “Gaya bermain saya berbeda, dan saya fokus untuk menikmati dan menang. Saya tidak ingin mencetak 16 gol dan tersingkir di semifinal. Itu bukan yang saya cari,” pungkasnya.





