Bisnis.com, SURABAYA — PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) terus memperkuat upaya peningkatan produksi gula nasional melalui program ekstensifikasi atau perluasan areal tanam tebu
Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, mengatakan hingga Juni 2026, realisasi luasan lahan tebu yang dikelola dan dikembangkan bersama petani mitra telah mencapai 74.984 hektare, yang tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi.
“Dari total luasan tersebut, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar dengan luas areal mencapai 72.261 hektare, sementara Pulau Sulawesi mencatat luasan 2.723 hektare,” katanya dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (21/6/2026).
Pengembangan areal tanam ini, kata dia, merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketersediaan bahan baku tebu, meningkatkan produktivitas industri gula, serta mendukung target swasembada gula nasional yang dicanangkan pemerintah.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pergulaan nasional, dia meyakinkan, PT SGN terus mendorong pertumbuhan areal tebu melalui berbagai pendekatan, mulai dari penguatan kemitraan dengan petani, optimalisasi lahan eksisting, hingga pengembangan wilayah-wilayah potensial baru untuk budidaya tebu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi pabrik gula sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pergulaan nasional.
Baca Juga
- Wajib Kebun Tebu: Realistis atau Beban Baru Industri Gula?
- Kemenperin Ungkap Industri Gula Terganjal Syarat Integrasi Kebun Tebu
- Mentan Ungkap 80% Tebu Sudah Tua, Swasembada Gula 2027 Dipenuhi Tantangan
Menurutnya, program ekstensifikasi menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam mendukung transformasi industri gula nasional.
Dia menilai, peningkatan luas areal tanam harus berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap produksi gula nasional.
“Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperluas basis produksi tebu nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan bahan baku bagi industri gula,” ujarnya.
Dia menegaskan, pengembangan areal tebu di Pulau Jawa dan Sulawesi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan produksi gula nasional. Selain meningkatkan luasan tanam, perusahaan juga terus mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih efektif melalui pendampingan teknis, penggunaan varietas unggul, serta penguatan kolaborasi dengan petani dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan swasembada gula tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pabrik, tetapi juga oleh kekuatan sektor hulu. Karena itu, PT SGN akan terus memperluas kemitraan, meningkatkan produktivitas lahan, dan mengoptimalkan potensi wilayah pengembangan baru agar kontribusi terhadap produksi gula nasional semakin besar,” tambahnya.
Melalui program ekstensifikasi yang berkelanjutan, kata dia, PT SGN optimistis dapat terus meningkatkan ketersediaan bahan baku tebu, memperkuat daya saing industri gula nasional, serta mendukung pencapaian target swasembada gula melalui pengembangan areal tebu yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.





