Haji Tak Berakhir di Tanah Suci, Jemaah Harus Tebar Manfaat Sepulang ke Indonesia

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKKAH — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengajak jemaah haji Indonesia menjadikan kepulangan dari Tanah Suci sebagai awal menghadirkan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat, menunjukkan ciri haji mabrur.

Di tengah proses pemulangan yang terus berlangsung, pemerintah menilai kemabruran haji harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan kontribusi nyata setelah kembali ke Tanah Air.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan bahwa perjalanan ibadah haji tidak berhenti ketika jemaah meninggalkan Arab Saudi.

Nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji, seperti kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, persaudaraan, dan keikhlasan perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Perjalanan haji tidak berhenti ketika jemaah tiba di rumah. Justru dari sanalah pengabdian baru dimulai. Nilai kemabruran harus tercermin dalam sikap, kepedulian, serta kontribusi nyata kepada keluarga dan masyarakat,” ujarnya di Makkah, Sabtu (20/6/2026).

Di sisi lain, Kemenhaj mengapresiasi kepatuhan jemaah haji Indonesia selama fase pemulangan. Menurut Maria, kedisiplinan jemaah mengikuti aturan penerbangan menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran operasional pemulangan haji 2026.

Baca Juga

  • Uni Emirat Arab Beri Bantuan Rp3,3 Miliar untuk Jemaah Haji Kurang Mampu
  • Fenomena Langka di Luar Rencana, 42 Orang Keluarga Besar Petani Dieng Naik Haji Bersama
  • Tak Cukup Turunkan Biaya Haji, Prabowo Kini Kejar Antrean Lebih Singkat

Salah satu bentuk kepatuhan yang diapresiasi ialah semakin tingginya kesadaran jemaah untuk tidak membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.

Jemaah haji akan mendapatkan air zamzam 5 liter saat tiba di Indonesia sehingga tidak perlu membawanya dengan botol-botol kecil saat penerbangan ke Tanah Air.

“Kepatuhan jemaah bukan hanya memudahkan proses pemeriksaan, tetapi juga menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Air zamzam telah disiapkan dan akan dibagikan secara resmi di debarkasi masing-masing, sehingga jemaah tidak perlu membawanya di dalam koper,” katanya.

Selain itu, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga paspor, kartu identitas haji, boarding pass, serta dokumen perjalanan lainnya hingga tiba di Indonesia.

Jemaah juga diminta tidak menitipkan dokumen kepada pihak yang tidak berkepentingan dan segera melapor apabila mengalami kehilangan.

Maria turut mengimbau jemaah memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan hotel, bus, maupun area bandara. Koper dan tas kabin diminta diberi identitas yang jelas agar memudahkan proses distribusi setibanya di Tanah Air.

“Menjelang kepulangan, jangan sampai rasa gembira membuat jemaah lengah. Pastikan dokumen selalu berada dalam pengawasan, periksa kembali barang bawaan, dan ikuti seluruh arahan petugas sampai tiba di daerah masing-masing,” ujarnya.


Lebih dari 129.000 Jemaah Haji Sudah Pulang

Kemenhaj mencatat proses pemulangan jemaah haji Indonesia terus berjalan sesuai jadwal.

Hingga Sabtu (20/6/2026), sebanyak 267 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dengan membawa 103.687 jemaah dan 1.066 petugas atau total 104.753 orang.

Sementara itu, melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah telah diberangkatkan 70 kloter yang terdiri atas 26.898 jemaah dan 281 petugas atau total 27.179 orang.

Secara kumulatif, sebanyak 329 kloter telah tiba di Indonesia yang membawa 127.709 jemaah dan 1.316 petugas. Dengan demikian, total jemaah dan petugas yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 129.025 orang.

Adapun proses pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah juga terus berlangsung. Hingga Sabtu (20/6/2026), sebanyak 226 kloter yang terdiri atas 86.592 jemaah dan 904 petugas telah diberangkatkan menuju Kota Nabi atau sebanyak 87.496 orang.

Sementara itu, jumlah jemaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia mencapai 15.802 orang, terdiri atas 15.066 jemaah dan 736 petugas.

Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas sektor, serta seluruh unsur pendukung yang terus memastikan proses pemulangan berlangsung aman dan tertib.

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026.

“Dari Tanah Suci, jemaah tidak hanya membawa pulang kerinduan kepada keluarga, tetapi juga semangat kemabruran. Semoga kepulangan ini menjadi awal untuk menebarkan kebaikan dan membangun peradaban yang lebih baik,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Praktisi Hukum Sentil Tajam Sarwendah Soal Perannya Sebagai Ibu: Mendingan Diasuh Ayah
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Salip Sejumlah Negara, Indonesia Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia
• 4 jam laludisway.id
thumb
Pantai Gaza Jadi Tempat Rekreasi dan Hunian Sementara Warga Palestina
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menteri ESDM: Pemadaman Listri Bukan karena Pasokan Batu Bara Kurang, Tapi Aspek Teknis
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bocah di Batam Dianiaya Ibu Tiri: Wajah Lebam, Mata Membiru, Badan Kurus
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.