Menteri ESDM: Pemadaman Listri Bukan karena Pasokan Batu Bara Kurang, Tapi Aspek Teknis

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA  -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pasokan batu bara ke PT PLN (Persero) aman. Ia memastikan pemadaman listrik terjadi lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional serta distribusi yang menjadi tanggung jawab PLN.

"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur, komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dengan tidak ada lagi pemadaman," kata Menteri Bahlil dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Ahad.

Baca Juga
  • Sejumlah Lampu Lalu Lintas di Bandung Mati Imbas Listrik PLN Padam
  • Pemprov DKI Padamkan Lampu 60 Menit Kurangi Emisi Karbon 60,14 Ton  
  • Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, PLN Percepat Pengadaan Batu Bara

Menurut Bahlil, persoalan pemadaman listrik bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Ia menegaskan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) telah mengantisipasi kebutuhan bahan bakar pembangkit PLN melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN secara nasional mencapai 154 juta ton per tahun. Untuk menjamin ketersediaan pasokan, pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan-perusahaan batu bara nasional sebesar 180-190 juta ton, jauh lebih banyak dari kebutuhan batu bara secara nasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Teknisnya, untuk sampai di power plant-nya itu bukan tugas Dirjen Minerba. Itu sudah merupakan teknis daripada manajemen logistik PLN," ujarnya.

Menurut Bahlil, persoalan yang muncul lebih berkaitan dengan aspek teknis operasional dan distribusi yang menjadi tanggung jawab PLN.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hiu Putih Raksasa Terekam di Laut Mediterania untuk Pertama Kali
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Pemerkosa Anak di Jaktim Kabur ke Genteng Usai Kepergok Warga
• 6 jam laludetik.com
thumb
Dominan tapi Mandul, Ekuador Hanya Raih Hasil Imbang Lawan Curacao
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Sering Membentak Anak Sama Bahayanya dengan Kekerasan Fisik, Moms!
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Penerapan Smart Factory Mulai Merambah Sektor Koperasi dan Manufaktur Indonesia
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.