VIVA – Pada dekade 2000-an, Persib Bandung dan Persija Jakarta sama-sama punya seorang pemain sayap yang cukup lincah dalam diri Harry Salisbury.
Dia menjadi satu dari sejumlah pemain yang pernah bermain untuk klub dengan rivalitas panjang di sepak bola Indonesia seperti Persib dan Persija.
Awalnya, Harry Salisbury bermain di Persib Bandung terlebih dahulu sebelum menutup karier sepak bola profesionalnya bersama Persija Jakarta.
Kini lebih dari satu dekade silam, Harry Salisbury pensiun. Tapi siapa sangka kalau putranya ternyata sering mendapat pujian pelatih Timnas Indonesia John Herdman.
Lantas, bagaimana kabar Harry Salisbury sekarang?- Instagram @harrysalisbury17
Lahir di Jakarta pada 15 April 1977, Harry Salisbury memulai kariernya ketika tampil untuk PON DKI Jakarta sebelum berlabuh ke Persijatim Jakarta Timur.
Di Persijatim, Harry Salisbury bersinar saat tampil di Plala Soeratin 2000. Setelahnya, ia promosi ke tim senior hingga dilego PSIS Semarang empat tahun kemudian.
Di sinilah kariernya meroket. Bersama Emanuel De Porras, Gustavo Ortiz, dan Maman Abdurrahman, Harry bawa PSIS Semarang ke final Liga Indonesia 2006.
Dengan atribut kaki kiri yang cukup mumpuni serta fleksibilitas di sisi sayap membuat Persib Bandung yang saat itu dilatih Jaya Hartono melirik Harry Salisbury.
Ketika itu, Jaya Hartono sedang menyempurnakan puzzle untuk skuad Maung Bandung. Dengan formasi andalan 3-4-3, Harry Salisbury dirasa cocok isi kepingan itu.
Namun, pria berpostur 171 cm itu malah kesulitan di Persib Bandung. Cadangan hingga jarang bermain selama 90 menit menjadi rutinitasnya.
Sampai akhirnya, Harry Salisbury memutuskan mudik ke Persija Jakarta pada 2011/2012. Di usianya yang tak lagi muda, ia memilih pulang ke tempat kelahiran.
Harry Salisbury lalu gantung sepatu saat berusia 35 tahun bersamaan dengan kekisruhan dalam federasi. Saat itu, ia telah bermain di Persitara dan Persikabo.
Kabar Terbaru Harry SalisburyBerbeda dari rekan sejawatnya, Harry Salisbury kabarnya memilih jadi pengusaha setelah gantung sepatu dari dunia yang membesarkan namanya.
Akan tetapi, dia tidak sepenuhnya pergi dari sepak bola. Buktinya, dua putranya Rayhan Hannan dan Keano Athallah diantarkan ke level profesional, dalam hal ini Persija.





