Grid.ID - Berikut ini sinopsis drama China The White Olive Tree yang dibintangi Liang Jie. Drama ini berkisah tentang pertemuan reporter relawan di tengah perang di Timur Tengah.
Drama yang memiliki 38 episode ini meraih rating hingga 8.1 per 10. Drama ini pun memiliki durasi hingga 45 menit setiap episodenya.
Drama yang tayang 1 Februari 2025 itu tayang setiap hari di jaringan iQiyi. Tayangan ini pun tamat pada 15 Februari 2025 lalu.
Dengan rating yang cukup tinggi, drama ini dibintangi oleh Chen Zhe Yuan dan Liang Jie. Drama ini menjadi drama yang digemari banyak orang.
Lalu, bagaimana sinopsisnya? Berikut ini Grid.ID akan membagikan informasi mengenai sinopsis drama China The White Olive Tree yang dibintangi oleh Liang Jie.
Dikutip dari Letterboxd pada Sabtu (20/6/2026), The White Olive Tree adalah drama China bergenre romansa, kehidupan, dan kemanusiaan. Drama ini diadaptasi dari novel populer karya Jiu Yuexi.
Drama ini menghadirkan kisah cinta yang mengharukan di tengah konflik perang. Dipadukan dengan perjuangan para relawan kemanusiaan dan trauma yang mereka hadapi.
Dengan latar yang jarang diangkat dalam drama romantis, The White Olive Tree menawarkan cerita yang emosional sekaligus penuh makna tentang cinta, pengorbanan, dan harapan.
Drama ini berkisah tentang pertemuan seorang reporter Song Rang yang diperankan oleh Liang Jie dan Li Zan seorang insinyur bahan peledak yang diperankan oleh Chen Zhe Yuan.
Selama misi wawancara di wilayah Timur yang bergejolak, Song Ran, seorang reporter wanita dari Liangcheng Satellite TV, tiba-tiba menghadapi bahaya. Untungnya, Li Zan, seorang insinyur bahan peledak asal Tiongkok yang menjadi sukarelawan di wilayah Timur, berhasil menyelamatkannya.
Setelah beberapa kali berinteraksi, Li Zan menemukan bahwa meskipun tampak lemah di luar, Song Ran adalah sosok yang berani, kuat, dan penuh keadilan serta kebaikan. Cita-cita yang sama dan jiwa yang serasi memicu cinta di antara mereka.
Serangan bom mendadak mengakhiri hubungan mereka yang baru tumbuh. Mereka terpuruk dalam kehidupan setelah kembali ke Tiongkok dan bahkan kehilangan kontak satu sama lain.
Li Zan menderita rasa bersalah atas kematian temannya. Sementara Song Ran menghadapi kontroversi atas foto yang diambilnya selama serangan itu.
Terpisah dan sama-sama terluka secara fisik maupun emosional. Mereka berjuang menghadapi trauma masing-masing.
Secara kebetulan, mereka bertemu kembali, dan secara bertahap, kehidupan mereka kembali normal. Bersama-sama, mereka menanam benih pohon zaitun putih.
Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali. Bersama-sama, Song Ran dan Li Zan berusaha menyembuhkan luka masa lalu, menemukan harapan baru, Mereka menanam benih pohon zaitun putih sebagai simbol perdamaian, cinta, dan pemulihan.
Drama ini menyajikan kisah cinta yang mengharukan dengan latar konflik perang dan misi kemanusiaan. Tidak hanya menghadirkan romansa yang menyentuh hati, The White Olive Tree juga menggambarkan perjuangan menghadapi trauma, arti pengorbanan, serta pentingnya harapan di tengah situasi yang paling sulit.
Kisah Song Ran dan Li Zan menjadi simbol bahwa cinta dan ketulusan dapat menjadi kekuatan untuk menyembuhkan luka terdalam sekalipun. Tak heran jika drama ini mendapatkan rating yang cukup tinggi.
Dengan alur cerita yang emosional, karakter yang kuat, serta latar konflik yang menegangkan, The White Olive Tree menjadi salah satu drama China yang menawarkan lebih dari sekadar kisah cinta.
Drama ini mengajak penonton untuk menyelami perjuangan manusia dalam menghadapi kehilangan, trauma, dan berbagai ujian kehidupan. Chemistry para pemeran utama yang kuat serta pesan tentang cinta, keberanian, dan harapan menjadikan The White Olive Tree sebagai tontonan yang mampu menguras emosi sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya.
Itulah sinopsis drama China The White Olive Tree yang dibintangi oleh Liang Jie. Sudahkah kamu menontonnya? (*)
Artikel Asli




