Tak Puas, Mayoritas Pemukim Israel Minta Netanyahu Pensiun dari Politik

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Mayoritas pemukim Israel menginginkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mundur dari panggung politik. Selain itu, para pemukim zionis memandang negatif kesepakatan yang baru-baru ini dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Jajak pendapat yang dirilis program televisi Israel, Channel 12, menemukan bahwa 59 persen responden meyakini Netanyahu harus pensiun dari dunia politik dan tidak lagi mencalonkan diri untuk jabatan publik apa pun di masa depan, dilansir dari Al Mayadeen, Ahad(21/6/2026).

Baca Juga
  • Saat Laut Perlahan Menelan Desa Nelayan di Honduras
  • Ketika Sungai Kotor Menjadi Pesan Publik
  • Jeratan Riba di Balik Bungkus Self-Reward

Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu, di mana sebagian besar responden secara terbuka mendukung kepergiannya dari kehidupan publik.

Terkait potensi suksesi kepemimpinan di dalam tubuh Partai Likud, Menteri Ekonomi Nir Barkat muncul sebagai kandidat favorit dengan memperoleh tingkat persetujuan sebesar 18 persen. Posisi berikutnya diikuti oleh Wakil Perdana Menteri Yariv Levin dan Menteri Keamanan Israel Katz.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Aktivis di Meksiko hancurkan patung PM Israe Benjamin Netanyahu sebagai bentuk protes atas apa yang terjadi Gaza, Palestina.

Kesepakatan AS-Iran Dipandang Negatif

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 67 persen warga Israel menganggap kesepakatan yang ditandatangani antara Washington dan Teheran berdampak buruk bagi stabilitas keamanan Israel.

Selain itu, sebagian besar partisipan menilai performa Perdana Menteri Netanyahu maupun Presiden AS Donald Trump "buruk" atau "gagal" dalam mengelola perang yang terjadi dengan Iran baru-baru ini.

Mengenai program nuklir Teheran, sebanyak 45 persen responden menyatakan keyakinan mereka bahwa Iran pada akhirnya akan berhasil memperoleh senjata nuklir.

Sebaliknya, 31 persen responden meyakini Iran tidak akan berhasil mendapatkan senjata nuklir, sementara 24 persen sisanya menyatakan ragu-ragu atau tidak pasti.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Salah Satu Panelis Indonesia Summit 2026, Bupati Ipuk Bicara Digitalisasi Pemerintah Bersama Luhut Panjaitan
• 17 jam laluberitajatim.com
thumb
Demokrat Pertanyakan Posisi PDIP: Dukung atau di Luar Pemerintahan
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Bahlil Pastikan Stok Batu Bara PLN Aman, Pemadaman Dipicu Gangguan Operasional
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Amankan Sistem Kelistrikan Jawa, PLN Percepat Pemulihan Pembangkit dan Akselerasi Penguatan Pasokan Energi Primer
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Melinda Aksa Luncurkan Sentra Tukar Sampah dan 50 Urban Farming
• 9 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.