tvOnenews.com – Kabar mengejutkan datang dari ruang ganti Timnas Belgia di tengah bergulirnya kompetisi akbar Piala Dunia 2026. Penyerang sayap andalan mereka Jeremy Doku dilaporkan berencana untuk meninggalkan kamp pelatihan tim nasional demi mendampingi proses persalinan sang istri.
Namun, belum juga melangkah pergi, rencana tersebut sudah memantik gelombang kritik pedas dan kecaman dari sejumlah pihak.
Pemain sayap lincah milik Manchester City tersebut baru-baru ini secara terbuka menyatakan keinginannya untuk pulang demi menemani istrinya Shireen yang tengah menantikan kelahiran anak pertama mereka.
Berdasarkan hitungan medis, Hari Perkiraan Lahir (HPL) buah hati Doku diprediksi jatuh pada pekan kedua di bulan Juli mendatang.
- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Masalahnya, waktu HPL tersebut bertepatan langsung dengan bergulirnya fase krusial babak perempat final Piala Dunia 2026.
Demi mewujudkan niatnya, Doku dikabarkan sudah menghadap dan meminta restu kepada pelatih kepala Rudi Garcia beserta Federasi Sepak Bola Belgia untuk diizinkan terbang ke Manchester, Inggris, andai negaranya masih bertahan di turnamen.
Bagi Doku, momen kehadiran anak pertama di dunia merupakan fase kehidupan yang sangat sakral dan tidak bisa dilewatkan begitu saja dengan alasan pekerjaan.
"Ini anak pertama saya, jadi saya tentunya ingin ada di sana. Jika Anda bertanya apa mau saya, jelas tidak ada satu pun orang yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya. Tapi, saya juga tahu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan di sepak bola. Saya tahu federasi mendukung penuh pemain dan memahami situasinya. Kita lihat seperti apa nanti," ungkap Jeremy Doku seperti dikutip dari laporan Reuters.
Dicap Menjijikkan dan Picu Perdebatan SengitRencana cuti domestik yang diajukan oleh Doku rupanya memicu kekesalan mendalam dari sejumlah media di Prancis dan Belgia.
- REUTERS/Agustin Marcarian
Kritik paling frontal dilayangkan oleh presenter media olahraga ternama L'Equipe, France Pierron, yang tanpa ragu melabeli rencana mundurnya Doku dari skuad sebagai sebuah momen yang menjijikkan.
Doku dinilai telah bertindak tidak profesional lantaran lebih memprioritaskan urusan keluarga di atas kepentingan membela kehormatan negara di panggung tertinggi sepak bola dunia.




