Raja Charles akan menjadi raja Inggris pertama di zaman modern yang mengungkapkan tagihan pajak pribadinya. Pembayaran pajaknya akan dibagikan sebagai elemen baru dalam laporan keuangan kerajaan tahunan.
Dilansir BBC, Minggu (21/6/2026), keputusan tersebut, menurut sumber Istana, merupakan keputusan pribadi Raja. Istana Buckingham mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi untuk transparansi yang lebih besar dan untuk 'mendorong pemahaman yang lebih luas tentang akuntabilitas'.
Hal tersebut juga menyusul seruan untuk keterbukaan yang lebih besar terkait keuangan kerajaan setelah skandal yang melibatkan Andrew Mountbatten-Windsor. Langkah ini akan mempublikasikan pembayaran pajak Raja untuk tahun sebelumnya, yakni 2024-2025, dan akan mencakup pajak atas pendapatannya seperti keuntungan dari Lancaster, investasi pribadi apa pun, dan pendapatan dari perkebunan pribadi Raja, seperti Sandringham dan Balmoral.
"Sederhananya, kami terus memodernisasi dan berevolusi," kata juru bicara Istana Buckingham dengan komitmen untuk menerbitkan laporan pajak Raja setiap tahun.
Ketika masih bergelar Pangeran Wales, Charles, juga mengungkapkan berapa banyak pajak yang dibayarkannya. Para raja tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan, pajak warisan atas apa yang mereka terima dari raja sebelumnya, atau pajak keuntungan modal.
Tetapi, Raja Charles secara sukarela membayar pajak penghasilan dan pajak keuntungan modal atas setiap penjualan aset pribadi. Jumlah total yang dibayarkan akan diungkapkan untuk pertama kalinya, termasuk pajak atas keuntungan Lancaster yang diperkirakan sekitar GDP 24 juta (Rp 584 miliar) tahun lalu.
(haf/knv)





