Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi

terkini.id
8 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya perguruan tinggi memperkuat mutu, akses, dan relevansi pendidikan tinggi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan Prof Fauzan saat menjadi narasumber dalam Studium Generale yang digelar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Ruang Teater I-GIFt, Lantai 2 Gedung Iqra, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan Unismuh Makassar, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Sulawesi Selatan, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, dosen, serta sivitas akademika.

Dalam paparannya, Prof Fauzan menekankan bahwa pengelolaan perguruan tinggi saat ini tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan konvensional.

Menurutnya, kampus harus mampu memahami dinamika sosial, kebutuhan mahasiswa, harapan orang tua, hingga tuntutan dunia kerja yang terus berubah.

“Mengembangkan pendidikan tinggi saat ini memang tidak mudah. Artinya dituntut untuk memahami betul tentang kondisi dinamika sosial yang berkembang,” ujar Fauzan.

Menurut dia, terdapat tiga isu utama yang menjadi tantangan pendidikan tinggi saat ini, yakni mutu, akses, dan relevansi.

Dari ketiganya, aspek relevansi menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan perguruan tinggi menjawab kebutuhan zaman.

Fauzan menjelaskan bahwa mahasiswa masa kini menginginkan kompetensi yang spesifik dan aplikatif, peluang kerja yang jelas setelah lulus, koneksi dengan dunia industri, jejaring profesional yang kuat, kurikulum yang relevan, serta kepastian menyelesaikan studi tepat waktu.

Karena itu, perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran dan tata kelola yang dijalankan selama ini.

“Kalau kemudian ini menjadi keinginan dari orang tua dan keinginan mahasiswa, maka pertanyaannya adalah apakah proses pembelajaran atau tata kelola pendidikan tinggi yang kita kelola ini telah mampu menjawab persoalan-persoalan ini?” katanya.

Kepastian Masa Studi

Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menyoroti pentingnya kepastian masa studi bagi mahasiswa.

Menurutnya, kampus harus mampu membangun sistem yang mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas akademik.

Ia menilai perguruan tinggi tidak bisa menyerahkan sepenuhnya persoalan lama studi kepada mahasiswa, melainkan harus menghadirkan tata kelola yang mampu memberikan kepastian dan pendampingan yang memadai.

Penguatan Center of Excellence

Berbagi pengalaman saat memimpin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan mengungkapkan pentingnya pengembangan Center of Excellence berbasis program studi sebagai strategi meningkatkan daya saing perguruan tinggi.

Melalui pendekatan tersebut, program studi tidak hanya memberikan pengetahuan umum, tetapi juga menghadirkan kompetensi unggulan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah kelas profesional yang pernah dikembangkan, seperti kelas profesional udang, koi, rumput laut, unggas, ruminansia, welding inspector, bisnis perbukuan, hingga budidaya anggrek.

Menurutnya, kekhasan program studi menjadi salah satu faktor penting yang dapat membedakan suatu perguruan tinggi dari kampus lainnya.

“Perguruan tinggi harus memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Supaya perjalanan perguruan tinggi ini tidak asing,” ujarnya.

Kampus Harus Berani Berinovasi

Fauzan juga mengingatkan pentingnya membangun budaya unggul dan kompetitif di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, kampus tidak harus selalu mengikuti pola yang sama dengan perguruan tinggi lain, tetapi dapat mencari jalan baru melalui inovasi dan kreativitas.

Ia menilai perguruan tinggi swasta, termasuk PTMA, memiliki ruang gerak yang lebih fleksibel untuk melakukan berbagai terobosan.

“Inovasi itu potensi nabrak aturannya ada. Kalau sudah nabrak aturan, saya yang turun. Saya akan mengatakan keserempet, bukan nabrak,” ujarnya yang disambut tawa peserta.

Selain inovasi, Fauzan juga menekankan pentingnya membangun budaya apresiasi terhadap mahasiswa, dosen, dan berbagai capaian akademik yang diraih kampus.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi pusat kabar baik yang mampu membangun kebanggaan dan kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kampus harus hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan sosial melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi yang berdampak nyata.

Unismuh Terus Perkuat Transformasi

Sementara itu, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU., menyampaikan bahwa kehadiran Wamendiktisaintek menjadi momentum penting bagi Unismuh dalam memperkuat transformasi kelembagaan dan tata kelola pendidikan tinggi.

Menurutnya, Unismuh saat ini telah meraih Akreditasi Institusi Unggul, memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tata kelola keuangan, memperkuat sertifikasi ISO, serta mulai masuk dalam sejumlah pemeringkatan internasional seperti Times Higher Education Impact Rankings, QS World University Rankings Asia, dan UI GreenMetric.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut belum menjadi alasan untuk berpuas diri.

“Kita sudah merambah untuk World University Ranking. Tetapi kita rasakan sendiri di dalam bahwa masih berdarah-darah dan belum menjadi sebuah habituasi yang alami, sehingga memang masih butuh proses banyak,” ujarnya.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai pengalaman Prof Fauzan dalam mengembangkan UMM hingga dipercaya menjadi bagian dari pemerintahan merupakan pembelajaran berharga bagi PTMA di seluruh Indonesia.

Ia berharap kunjungan Wamendiktisaintek dapat menjadi energi baru bagi Unismuh Makassar dan PTMA lainnya dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi.

Studium Generale ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Prof Fauzan ke Unismuh Makassar. Sebelumnya, ia juga menghadiri Wisuda ke-88 Unismuh Makassar dan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan 1.411 wisudawan.

Melalui forum tersebut, Unismuh Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi perguruan tinggi bereputasi global yang tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat, penguatan mutu pendidikan, relevansi akademik, serta nilai-nilai Islam Berkemajuan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Atasi Persoalan Perumahan Rakyat di Papua
• 35 menit lalutvonenews.com
thumb
Brian Brobbey dan Cody Gakpo Bantu Belanda Amankan Kemenangan Pertama di Piala Dunia 2026, Bantai Swedia 5-1
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Program Gratis Transportasi dan Wisata HUT Jakarta Berlaku untuk Semua Pemegang KTP Indonesia
• 10 menit laluokezone.com
thumb
FULL! Roy-Tifa Ditangkap Polisi! Pihak Jokowi Blak-blakan Siap Hadiri Persidangan ZOOMCAST
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta, BMKG: Cerah Mendominasi, 2 Wilayah Hujan Ringan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.