Genangan Tak Kunjung Surut di Manggarai Jaksel, PPSU Keruk Saluran dan Angkut Lumpur

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Genangan di Jalan Manggarai Selatan II, Jakarta Selatan, akhirnya dibersihkan oleh sejumlah anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Manggarai.

Dari pantauan Kompas.com, petugas PPSU tampak mengeruk sedimen di saluran air menggunakan cangkul.

Mereka juga menarik tumpukan lumpur dari dalam saluran dengan bantuan tali.

Baca juga: Genangan Abadi di Jaksel Muncul Lagi Sepekan Usai Disedot dan Jalan Diperbaiki

Selain itu, genangan yang sebelumnya terlihat di kawasan tersebut kini hanya tersisa di tepi Jalan Manggarai Selatan dan tidak lagi menutupi badan jalan.

Selain melakukan pengerukan saluran, petugas PPSU juga mengangkut sampah yang berada di dalam saluran.

Sementara itu, Lurah Manggarai Muhamad Arafat tidak memungkiri genangan di lokasi tersebut telah terjadi dalam kurun waktu sekitar dua minggu terakhir.

Baca juga: Warga Kritik Penambalan ‘Genangan Abadi’ Pesanggrahan: Sampai Tahun Jebot Juga Enggak Bakal Beres

"Kami tidak memungkiri ada sekitar dua minggu. Tapi kan dengan pembersihan sampah, hilang. Ternyata kok kami perhatiin ada lagi, ada lagi. Makanya kita buat laporan ke PAM Jaya," ucap Muhamad Arafat saat ditemui di Jalan Manggarai Selatan, Minggu (21/6/2026).

Menurut Arafat, laporan kepada PAM Jaya dilakukan karena pihaknya menduga terdapat kebocoran pipa yang menyebabkan Jalan Manggarai Selatan tergenang.

"Memang betul ada. Namun kan pasti ada penyebabnya. Nah, penyebabnya yang pertama memang diindikasikan ada kebocoran pipa PAM," tutur Arafat.

Baca juga: Saluran Air Disumbat, Genangan Abadi di Pesanggrahan Jaksel Tak Kunjung Surut

Selain dugaan kebocoran pipa PAM Jaya, Arafat mengatakan genangan juga dipicu oleh pendangkalan saluran.

"Ada sedimen. Itu disebabkan karena saluran air ini tidak bisa maksimal dikarenakan saluran melintasi proyek Double-double track, milik KAI. Nah, sementara kita pernah melakukan pengecekan, posisi elevasinya adalah begini, lebih naik di dalam," ujar Arafat.

Perbedaan elevasi saluran tersebut, lanjut dia, menyebabkan aliran air beberapa kali berbalik hingga meluap dan menggenangi jalan.

Baca juga: Genangan Abadi Disedot dan Jalan Rusak di Jaksel Diperbaiki, Warga: Percuma, Nanti Begitu Lagi

"Tapi ketika hujan deras ini akan mengalir seperti biasa karena ada tekanan jadi air bisa menggalir. Tetapi, Kalau enggak hujan, air ngumpul, kalau sudah ngumpul di ujung, maka dia akan menggenang di sini," kata Arafat.

Karena itu, Arafat mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan KAI terkait saluran yang berada di area proyek tersebut.

"Sudah (bersurat) belum ada jawaban lebih lanjut. Makanya kami besok akan sounding kembali, kami akan kolaborasi lagi, koordinasi lagi dengan pihak kantor proyek," katanya.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Genangan Abadi di Pesanggarahan Jaksel

"Bagaimana, apakah kita bisa menembus untuk pengecekan secara maksimal ke dalam, atau kita buat saluran baru," tuturnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra, mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan terkait dugaan kebocoran pipa.

"Sampai saat ini kami masih memastikan dulu apakah itu dari pipa kami atau bukan, nanti saya update kembali ya," ucap Gatra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Lengkap Pemenang Seoul Music Awards 2026
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
20 Tahun Berseluncur di Jalanan Ibu Kota
• 19 menit lalukompas.id
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Pontang-panting Lawan Pantai Gading, Brace Deniz Undav Bawa Die Mannschaft Menang Dramatis 2-1
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolri Sebut Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bagian dari Proses Hukum
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jokowi dan Gibran: Presiden dan Wapres yang Pertama Datang ke Asmat
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.