Ribuan papan seluncur (skateboard) beroda empat menggelinding di Jalan Jenderal Sudirman menuju arah kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu (21/6/2026) pagi. Mereka berbaur bersama warga lainnya yang sedang beraktivitas di hari bebas kendaraan bermotor. Walau ingin melaju kencang, mereka menahan ego dan saling berbagi ruang dengan warga lainnya. Mereka adalah para penggemar skateboard yang sedang merayakan Go Skateboarding Day 2026.
Berseluncur bersama merayakan Go Skateboarding Day 2026.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Skateboarder milik siapapun.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Seoran ayah membantu anaknya berseluncur menggunakan papan skate.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Berseluncur membelah keramaian hari bebas kendaraan bermotor.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Merah muda dan papan seluncur.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
“Setiap 21 Juni menjadi “Hari Lebaran” bagi para skateboarders,” ujar Satria Vijie, koordinator Go Skateboarding Day 2026 Jakarta sekaligus Ketua Komunitas Jakarta Skateboarding. Vijie bersama rekan-rekannya sudah mempersiapkan acara ini sejak tiga bulan yang lalu. Tahun ini Go Skateboarding yang selalu diadakan setiap tahun menjadi lebih spesial dari biasanya. Lantaran tahun ini menjadi dua dekade perayaan Go Skateboarding Day diadakan di Jakarta.
Acara tahunan ini mulai digelar di Jakarta pada 2006. Kala itu para penggemar skateboard di Jakarta mulai menjamur, namun lahan untuk bermain masih sangat minim. Karena keresahan itu akhirnya mereka bersatu dan menggelar Go Skateboarding Day di jalanan Jakarta agar warga dan pemerintah melirik keberadaan mereka.
“Namun hingga saat ini fasilitas skateboard di Jakarta masih tetap minim, masih bisa dihitung jari. Itu pun kebanyakan tidak sesuai standar,” ucap Vijie.
Salah satu permainan di Go Skateboarding Day 2026.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Gagal melewati rintangan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Melompat lebih tinggi.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Vijie dan para penggemar papan seluncur (skateboarder) berharap pemerintah terkait dapat lebih merangkul komunitas skateboard yang sampai saat ini jumlahnya sudah mencapai ribuan di Jakarta. Banyak dari mereka yang kini menjadi atlet-atlet nasional yang mengharumkan nama Indonesia. Salah satu bentuk dukungan yang sangat bisa dilakukan pemerintah dengan komunitas skateboard adalah membuat taman seluncur atau skatepark.
Fly Over Skatepark Slipi menjadi salah satu contoh keberhasilan kerjasama antara Pemerintah Jakarta dengan komunitas skateboard. Mulanya skatepark di bawah jalan layang Slipi tidak memenuhi standar untuk para skateboarder berlatih. Setelah mendengar keluhan itu, pemerintah merangkul skateboarder untuk bersama-sama mengerjakan berbagai obstacle di Skatepark Slipi sesuai dengan standard yang berlaku.
Selama 20 tahun menyelenggarakan acara ini dengan konsisten bukanlah hal yang mudah. Namun dengan semangat kolektif, para skateboarder dapat merayakan “Hari Lebaran” mereka dengan suka cita. Berbagai kegiatan pun digelar dengan penuh keceriaan. Beberapa di antaranya dengan berseluncur bersama dari Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI lalu kembali ke Skatepark Dukuh Atas. Lalu kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara seperti loncat tinggi dan loncat jauh menggunakan skateboard, gladiator, atau saling kuat bertahan di atas papan luncur, hingga balapan menggunakan skateboard.
Acara ini diikuti oleh semua golongan, tidak melihat umur maupun gender. Semua bisa berseluncur bersama dengan ceria. Acara ini kian meriah dengan alunan musik bergenre hip-hop dut remix yang menggema meramaikan Go Skateboarding Day 2026.





