Jakarta (ANTARA) -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya tak akan memindahkan Patung Jenderal Sudirman di tengah pembangunan fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas atau Jembatan Cincin Donat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
“Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik,” kata dia di Jakarta, Minggu.
Pramono mengatakan telah melihat rincian proyek pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki itu dan memutuskan untuk tidak memindahkan Patung Jenderal Sudirman.
“Saya sudah melihat detail gambarnya, sehingga tidak perlu dipindahkan bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan akan membangun anjungan di dalam pedestrian deck.
Pejalan kaki yang melintas nantinya bisa melihat Patung Jenderal Sudirman dari anjungan jembatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pada Minggu, resmi melakukan peletakan batu pertama pedestrian deck Dukuh Atas dan menargetkan infrastruktur tersebut rampung pada 2028.
Peletakan batu pertama ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian hasil penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Fasilitas khusus pejalan kaki ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, dan Transjakarta, dan kereta bandara.
Fasilitas tersebut dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Baca juga: DKI mulai pembangunan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas, rampung 2028
Baca juga: Mengubah kultur mobilitas warga kota melalui Jembatan Cincin Donat MRT
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya tak akan memindahkan Patung Jenderal Sudirman di tengah pembangunan fasilitas pejalan kaki (pedestrian deck) Dukuh Atas atau Jembatan Cincin Donat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
“Setelah kami merenungkan berhari-hari, Patung Jenderal Sudirman tetap akan di tempat ini, jadi tidak akan kami geser, supaya tidak menjadi polemik,” kata dia di Jakarta, Minggu.
Pramono mengatakan telah melihat rincian proyek pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki itu dan memutuskan untuk tidak memindahkan Patung Jenderal Sudirman.
“Saya sudah melihat detail gambarnya, sehingga tidak perlu dipindahkan bahkan menjadi tempat yang akan diingat oleh semuanya,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan akan membangun anjungan di dalam pedestrian deck.
Pejalan kaki yang melintas nantinya bisa melihat Patung Jenderal Sudirman dari anjungan jembatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pada Minggu, resmi melakukan peletakan batu pertama pedestrian deck Dukuh Atas dan menargetkan infrastruktur tersebut rampung pada 2028.
Peletakan batu pertama ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian hasil penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Fasilitas khusus pejalan kaki ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi publik yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodetabek, KRL, dan Transjakarta, dan kereta bandara.
Fasilitas tersebut dibuat melingkar dengan diameter sekitar 118 meter dan lebar kurang lebih 12 meter.
Baca juga: DKI mulai pembangunan Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas, rampung 2028
Baca juga: Mengubah kultur mobilitas warga kota melalui Jembatan Cincin Donat MRT





