AKPSI Optimistis Ekspor Satu Pintu Sawit Perbaiki Tata Kelola dan Tingkatkan Pendapatan Daerah

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) optimistis kebijakan sistem ekspor satu pintu (one gate policy) untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dapat memperbaiki tata kelola niaga sawit nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara dan daerah penghasil.

Ketua AKPSI Mudyat Noor menyampaikan pandangan tersebut di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Mudyat, kebijakan ekspor satu pintu menjadi peluang untuk membenahi berbagai persoalan yang selama ini terjadi dalam industri sawit nasional.

Ia menilai persoalan harga menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperbaiki dalam tata niaga sawit.

AKPSI Soroti Praktik Underpricing dan Transfer Pricing

AKPSI menyoroti praktik penentuan harga di bawah harga pasar atau underpricing yang dinilai memengaruhi penerimaan negara dan daerah.

Selain itu, organisasi tersebut juga menyoroti praktik transfer pricing atau penetapan harga transaksi antarentitas yang berdampak terhadap besaran penerimaan negara.

Mudyat mengungkapkan, "Kalau kebijakan ekspor satu pintu berjalan dengan baik, harga sawit domestik akan lebih stabil dan lebih seragam di berbagai daerah."

Ia menilai kebijakan tersebut juga berpotensi memberikan manfaat lebih besar kepada petani sawit karena praktik underpricing dan transfer pricing dapat ditekan.

AKPSI meyakini langkah tersebut akan meningkatkan transparansi dalam perdagangan sawit nasional.

Berpotensi Tingkatkan Dana Bagi Hasil Sawit

Mudyat mengatakan peningkatan penerimaan negara dari sektor sawit diharapkan berdampak pada kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit untuk daerah penghasil.

AKPSI yang beranggotakan 164 kabupaten dan kota penghasil sawit selama ini mendorong peningkatan porsi DBH sawit.

Organisasi tersebut mengusulkan agar porsi DBH sawit dinaikkan dari 8 persen menjadi minimal 15 persen.

Mudyat yang juga menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara menilai kebijakan ekspor satu pintu berpotensi menambah pendapatan pemerintah pusat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah penghasil sawit.

Tata kelola ekspor satu pintu tersebut direncanakan dijalankan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

AKPSI meyakini penerapan kebijakan itu dapat menciptakan sistem perdagangan sawit yang lebih transparan, lebih adil bagi petani, serta memberikan manfaat fiskal yang lebih besar bagi pemerintah pusat maupun daerah penghasil sawit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Nekat Rampok Minimarket Pakai Pistol Mainan, Aksi ARM di Bekasi Berakhir Tragis setelah Viral di Medsos
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Seskab Teddy Terima Kepala BNN, Bahas Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Moto3 Ceko 2026: Bos Honda Team Asia Sesali Penalti Veda Ega yang Bikin Balapan Jadi Rumit
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
DKI tak pindahkan Patung Sudirman selama bangun pedestrian Dukuh Atas
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Brantas Abipraya dan 7 BUMN Jalankan Blue Impact untuk Ekonomi Pesisir Lampung
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.