Bisnis.com, PADANG — Masyarakat di sejumlah wilayah Sumatra Barat dikejutkan guncangan gempa bumi berkekuatan mangnitudo 4,7 pada Minggu (21/6/2026) menjelang siang ini.
Berdasarkan data dari BMKG, gempa bumi itu pusat nya berada di Kota Pariaman dengan kedalaman gempa 28 km. Namun guncangan gempa dirasakan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar dan tidak berpotensi tsunami.
Seorang warga di Kabupaten Pesisir Selatan, Iril mengatakan guncangan gempa terasa cukup kuat, seperti terasa hentakan di dalam dalam. Tapi kondisi itu tidak berlangsung lama, dan diperkirakan hanya sekian detik saja.
"Satu kali hentakan (gempa) saja, dan cukup mengagetkan, saya sempat berdiri di dalam rumah untuk evakuasi. Alhamdulillah, cuma sebentar saja," katanya, Minggu (21/6/2026)
Sejauh ini belum ada laporan terkait dampak gempa bumi M4,7 tersebut. Namun, dari penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M4.7.
"Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Mentawai," ujarnya.
Baca Juga
- 29 Site BTS Terdampak Gempa Sulteng, 27,59% Berhasil Dipulihkan
- Mengenal Sesar Sausu Penyebab Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
- Gempa M5,0 Guncang NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi dirasakan di Padang, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Muko-Muko, Pasaman Barat.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," sebutnya.
Dia menyampaika hingga hari Minggu, 21 Juni 2026 pukul 09:54:29 WIB tadi, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktifitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 1 (satu) kali, dengan kekuatan M3,5 dan kedalaman 25 km.





