tvOnenews.com - Timnas Maroko sedang berada di jalur yang tepat untuk melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Namun di tengah peluang besar itu, Atlas Lions justru dibayangi persoalan serius yang melibatkan sang kapten, Achraf Hakimi.
Bukan karena cedera atau akumulasi kartu, melainkan masalah hukum yang bisa berdampak langsung pada ketersediaannya jika Maroko lolos ke fase gugur.
Situasi ini membuat Maroko berada dalam posisi serba cemas. Di satu sisi, mereka tengah memburu tiket ke fase knockout usai mengoleksi empat poin dari dua pertandingan di Grup C.
Namun di sisi lain, ada ancaman bahwa salah satu pemain terpenting mereka berpotensi tak bisa ikut tampil di laga berikutnya jika pertandingan digelar di Meksiko.
Isu ini mencuat setelah Pengadilan Banding Versailles, Prancis, menolak upaya banding Hakimi dan memastikan bek kanan Paris Saint-Germain itu harus menghadapi persidangan atas dugaan pemerkosaan.
- PSG
Reuters melaporkan keputusan itu diumumkan pada 19 Juni 2026, dengan pengadilan menyatakan terdapat cukup bukti untuk membawa kasus ini ke meja hijau.
Hingga kini, jadwal sidang belum diumumkan dan Hakimi tetap membantah tuduhan tersebut.
Maroko Berpeluang Besar Lolos, tapi Masalah Baru Menanti
Secara matematis, peluang Maroko lolos ke babak 32 besar memang terbuka sangat lebar. Atlas Lions kini berada di posisi kedua Grup C dengan empat poin, hanya kalah selisih gol dari Brasil di puncak klasemen.
Laga terakhir fase grup juga terbilang menguntungkan karena mereka akan menghadapi Haiti, tim yang di atas kertas menjadi lawan paling lemah di grup.
Jika Maroko menuntaskan tugasnya dan lolos sebagai runner-up, mereka berpotensi memainkan laga babak 32 besar di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada 29 Juni.
Nah, di sinilah persoalan Hakimi menjadi rumit. Beberapa laporan media Eropa menyebut status hukumnya berpotensi memengaruhi izin masuk ke Meksiko, terutama karena negara tersebut dikenal memiliki aturan ketat terkait warga asing yang sedang menghadapi proses hukum serius di negara lain.
Kabar ini juga diangkat oleh TalkSPORT dan Tribuna setelah keputusan pengadilan Prancis keluar.




