BEI Gelar Rangkaian Sosialisasi Kebijakan Pasar Modal dari Jakarta hingga Babel

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar serangkaian sosialisasi terkait kebijakan pasar modal kepada beragam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sepekan.

BEI menggelar serangkaian sosialisasi terkait kebijakan pasar modal kepada beragam pemangku kepentingan dalam sepekan. (Foto: Dok. BEI)

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar serangkaian sosialisasi terkait kebijakan pasar modal kepada beragam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sepekan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas edukasi dan akses pasar modal kepada masyarakat.

Pada Senin (15/6/2026), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) di Main Hall BEI, Jakarta. 

Baca Juga:
BEI Terus Perketat Pengawasan Cegah Praktik Goreng Saham

Acara bertema “From Disclosure to Impact: Advancing Women's Leadership in IDX200 Companies” ini dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas penguatan kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda ESG. Seiring penguatan penerapan standar ESG oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sensus ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan guna meningkatkan penerapan dan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender.

Kemudian pada Rabu (17/6/2026), BEI bersama OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan dua forum strategis, yaitu “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” dan “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update” untuk membahas reformasi pasar modal, stabilitas pasar, dan pembaruan kebijakan buyback saham. 

Baca Juga:
MSCI Beri Dua Catatan ke BEI, Status Emerging Market Bisa Dipertahankan

Dalam forum tersebut, regulator dan SRO menyampaikan progres reformasi transparansi pasar, termasuk peningkatan batas free float menjadi 15 persen, keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, serta High Shareholding Concentration (HSC) guna memperkuat kepercayaan investor. Di tengah ketidakpastian global, BEI menegaskan ketahanan pasar modal Indonesia yang tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp24,7 triliun, jumlah investor yang melampaui 28,3 juta, dan 80 persen emiten yang membukukan laba positif pada kuartal I-2026. Melalui forum tersebut, BEI juga mendorong pemanfaatan kebijakan buyback saham sebagai strategi untuk memperkuat nilai jangka panjang pemegang saham.

Pada Kamis (18/6/2026), BEI menjadi tuan rumah forum bertajuk “Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market” yang diselenggarakan oleh Koalisi Antikorupsi Indonesia (KAKI), Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dan Center for International Private Enterprise (CIPE) di Main Hall BEI. 

Penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas dan transparansi guna mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kredibel dan berdaya saing. Selain itu, forum ini menekankan pentingnya transparansi kepemilikan (ownership transparency) dalam memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Selanjutnya pada Jumat (19/6/2026), BEI meresmikan enam Galeri Investasi (GI) BEI baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bagian dari upaya memperluas akses edukasi dan literasi pasar modal kepada masyarakat. Enam GI yang diresmikan meliputi (1) GI BEI Universitas Anak Bangsa bersama PT RHB Sekuritas Indonesia, (2) GI BEI SMAN 3 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba, (3) GI BEI SMKN 2 Pangkalpinang bersama PT MNC Sekuritas dan Universitas Pertiba, (4) GI BEI SMKN 1 Pangkalan Baru bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan STIE IBEK Pangkalpinang, (5) GI BEI SMAN 1 Pangkalpinang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung, serta (6) GI BEI SMAN 1 Namang bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) dan Politeknik Belitung. 

Kehadiran enam GI baru ini menjadi wujud nyata komitmen BEI dalam mendekatkan pasar modal kepada masyarakat melalui sinergi antara dunia pendidikan, industri pasar modal, dan komunitas lokal.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesona Ji Sung sebagai Mantan Bos Gangster di Drakor Komedi Kriminal Baru
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sarwendah Bangkrut? Terungkap Jumlah Kerugian Akibat Gak Live Bareng Pacar
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Kemendagri Libatkan Akademisi Hingga Media untuk Validasi Hasil Pengukuran IPKD
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Swedia Paling Percaya Orang Asing, Kenapa Negara Lain Tidak?
• 1 jam laludetik.com
thumb
Pramono Beri Diskon Pajak 50 Persen untuk Film Nasional
• 2 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.