Garut (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut menemukan dua remaja tewas, diduga karena tertidur pulas sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran pada rumah mereka di Kampung/Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu dini hari.
Kepala Disdamkar Garut Usep Basuki Eko membenarkan ada dua pria yang meninggal dunia yakni Raihan (15) dan Jaeni (18), kemudian satu orang Rifaldi (18) mengalami luka bakar sehingga harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Banjarwangi.
"Kobaran api terus menyelimuti atap dan bagian lantai atas rumah tersebut, sehingga dua orang korban meninggal dunia, tidak terselamatkan," katanya.
Baca juga: Polisi selidiki penyebab kebakaran Rumah Makan Tahu Sumedang di Garut
Ia menuturkan peristiwa kebakaran rumah berlantai dua milik keluarga Ahmad Zaki (47) diduga akibat adanya korsleting listrik, kemudian menimbulkan kobaran api, lalu membakar bagian atap rumah tersebut sekitar pukul 04.30 WIB.
Usep menyampaikan saksi korban berupaya menyelamatkan diri ketika mengetahui rumahnya kebakaran, kemudian mencoba membangunkan dua orang lainnya yang tertidur, namun tidak juga bangun sampai akhirnya tidak terselamatkan.
"Melihat ada api yang berasal dari atap rumah lantai atas yang kemudian sudah merembet ke seluruh atap rumah tersebut dan langsung membangunkan rekannya yang dua orang itu, namun tidak juga bangun," katanya.
Baca juga: Kebakaran masjid di Garut akibat ulah ODGJ
Ia menyampaikan warga yang mengetahui adanya kejadian tersebut langsung berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya petugas Damkar Pos Wilayah Singajaya melakukan pemadaman.
Akibat kebakaran itu, kata dia, kondisi rumah bagian lantai atas dan atap serta isinya habis terbakar dengan menyisakan puing-puing rumah, selanjutnya untuk korban sudah dievakuasi.
"Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua orang, selanjutnya korban meninggal dimakamkan," kata Usep Basuki Eko.
Baca juga: Kemensos bantu pembangunan rumah korban kebakaran di Garut
Kepala Disdamkar Garut Usep Basuki Eko membenarkan ada dua pria yang meninggal dunia yakni Raihan (15) dan Jaeni (18), kemudian satu orang Rifaldi (18) mengalami luka bakar sehingga harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Banjarwangi.
"Kobaran api terus menyelimuti atap dan bagian lantai atas rumah tersebut, sehingga dua orang korban meninggal dunia, tidak terselamatkan," katanya.
Baca juga: Polisi selidiki penyebab kebakaran Rumah Makan Tahu Sumedang di Garut
Ia menuturkan peristiwa kebakaran rumah berlantai dua milik keluarga Ahmad Zaki (47) diduga akibat adanya korsleting listrik, kemudian menimbulkan kobaran api, lalu membakar bagian atap rumah tersebut sekitar pukul 04.30 WIB.
Usep menyampaikan saksi korban berupaya menyelamatkan diri ketika mengetahui rumahnya kebakaran, kemudian mencoba membangunkan dua orang lainnya yang tertidur, namun tidak juga bangun sampai akhirnya tidak terselamatkan.
"Melihat ada api yang berasal dari atap rumah lantai atas yang kemudian sudah merembet ke seluruh atap rumah tersebut dan langsung membangunkan rekannya yang dua orang itu, namun tidak juga bangun," katanya.
Baca juga: Kebakaran masjid di Garut akibat ulah ODGJ
Ia menyampaikan warga yang mengetahui adanya kejadian tersebut langsung berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya petugas Damkar Pos Wilayah Singajaya melakukan pemadaman.
Akibat kebakaran itu, kata dia, kondisi rumah bagian lantai atas dan atap serta isinya habis terbakar dengan menyisakan puing-puing rumah, selanjutnya untuk korban sudah dievakuasi.
"Setelah dilakukan pemadaman dan pendinginan oleh petugas, ditemukan korban meninggal dunia sebanyak dua orang, selanjutnya korban meninggal dimakamkan," kata Usep Basuki Eko.
Baca juga: Kemensos bantu pembangunan rumah korban kebakaran di Garut





