tvOnenews.com - Maia Estianty turut bersuara dalam kasus dugaan penyekapan di Bandung yang menimpa seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki atau YTR. Dalam tayangan YouTube pribadinya pada 21 Juni 2026, Maia bahkan menelepon langsung korban untuk memberikan dukungan moral.
Kasus ini mencuat setelah YTR ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan di RSHS Bandung. Ia diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan berat oleh pasangannya sendiri selama kurang lebih dua tahun terakhir.
Kondisi fisik YTR saat ditemukan sangat mengenaskan. Ia mengalami infeksi berat di bagian kepala dan wajah hingga ditemukan belatung, serta kerusakan serius pada mata yang terancam membuatnya cacat permanen.
Maia Estianty saat Telepon YTR, Korban Penyekapan di Bandung. (Sumber: YouTube MAIA ALELDUL TV)
Selain itu, tubuh korban juga dipenuhi luka bekas sundutan rokok dan sayatan benda tajam. Kondisi ini menggambarkan betapa lama dan beratnya penyiksaan yang dialami YTR selama disekap.
Keluarga awalnya mengetahui kondisi YTR dari sebuah panggilan misterius pada 10 Juni 2026. Penelepon tersebut mengabarkan bahwa YTR mengalami kecelakaan, namun setelah ditelusuri lebih lanjut, fakta sebenarnya jauh lebih kelam.
Setelah ditemui langsung, terungkap bahwa YTR selama ini disekap dan disiksa oleh pasangannya. Bukan hanya fisiknya yang dihancurkan, seluruh asetnya pun diduga turut dikuras habis oleh pelaku.
Korban mengaku motor, ponsel, laptop, perhiasan emas, hingga tabungan miliknya ludes. Bahkan akses pinjaman online dan paylater atas namanya pun diduga digunakan oleh pelaku tanpa sepengetahuannya.
Kasus ini resmi dilaporkan ke pihak berwajib pada 12 Juni 2026. Hanya berselang tiga hari, tepatnya 15 Juni, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan oleh kepolisian.
Pelaku kini terancam dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara. Keluarga dan praktisi hukum mendesak masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga pelaku tertangkap dan dihukum setimpal.
Dalam podcast yang diunggah Maia Estianty, ia mengundang sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kasus YTR. Salah satunya adalah Teh Melani, kakak kandung korban, yang hadir untuk menceritakan kronologi yang dialami adiknya.




