Pesona Jokowi Bikin PSI Meledak, PDIP Panas?

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kedekatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi sorotan. Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa sosok Jokowi masih memiliki daya tarik politik yang sangat kuat dan berdampak langsung terhadap citra positif PSI di mata publik.

Temuan itu dirilis oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI). Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menyebut fenomena tersebut memperlihatkan bahwa politik Indonesia masih sangat dipengaruhi kekuatan figur dibandingkan institusi partai.

Menurut hasil survei, rata-rata 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan kesan positif terhadap partai tersebut. Bahkan, sebanyak 77,8 persen masyarakat menilai Jokowi memiliki pengaruh besar terhadap dukungan publik kepada PSI.

Fernando menjelaskan bahwa citra positif Jokowi secara perlahan ikut melekat pada PSI. Karakter Jokowi yang dikenal merakyat dan memiliki gaya kepemimpinan khas dinilai menjadi bagian dari identitas yang kini diasosiasikan publik dengan PSI.

Hasil survei juga menunjukkan rata-rata 64,9 persen responden menganggap PSI sebagai partai yang merakyat seperti Jokowi.

"Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi komunikasi politik partai yang konsisten sejak bergabungnya pendukung Jokowi ke PSI hingga terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum," tutur Fernando.

Baca Juga: PDIP Respons Soal Jokowi 'Kerja Keras' untuk PSI

Ia menilai berbagai angka tersebut menegaskan bahwa di mata masyarakat, PSI dan Jokowi sudah menjadi satu paket identitas politik yang sulit dipisahkan.

Di tengah menguatnya efek Jokowi terhadap PSI, PDIP justru mengaku tidak terganggu. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menilai aktivitas Jokowi yang mulai aktif bertemu masyarakat dan kader PSI tidak akan memengaruhi kekuatan partainya.

Menurut Djarot, kehadiran Jokowi di berbagai wilayah justru menjadi pemicu bagi PDIP untuk semakin memperkuat konsolidasi internal dan mendekatkan diri kepada masyarakat.

"Dengan beliau turun ke beberapa wilayah, justru partai kami semakin solid untuk membangun internal partai maupun semakin solid turun ke masyarakat," kata Djarot di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026) lalu.

Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli juga menegaskan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sudah resmi dipecat dari PDI Perjuangan sejak Desember 2024, bersama Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution, dan 27 kader lainnya.

Baca Juga: Dulu Gembar-gembor Soal Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan dr Tifa Mendadak Drop Usai Ditahan

Guntur membantah pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus, Guntur menyebut Jokowi bukan mundur atau keluar secara sukarela.

"Jokowi bukan hanya tidak lagi bersama PDI Perjuangan, tapi Jokowi sudah dipecat oleh PDI Perjuangan, bersama Gibran, Bobby pada Desember 2024, karena pelanggaran konstitusional, pelanggaran terhadap peraturan partai," kata Guntur.

Ia menambahkan, karena sudah dipecat, maka status politik Jokowi saat ini bukan lagi menjadi urusan PDIP.

"Jadi Jokowi bukan keluar dari PDI Perjuangan atau mundur, tapi dipecat karena pelanggaran. Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai atau berpartai lagi," tutur dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusias Warga Ketemu Wapres di Papua Barat: Bentang Spanduk "Bocahe Gibran Nusantara"
• 23 jam lalukompas.com
thumb
PSI Klarifikasi Status Nur Alam: Tidak Pernah Jadi Anggota
• 3 jam laludetik.com
thumb
Puan Tekankan Pemulihan Pascagempa Sulteng Fokus pada Kehidupan Warga
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Begini Penampakan Bagian Dalam Gua Hira di Mekkah, Tempat Nabi Muhammad SAW Terima Wahyu
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Patriarki dalam Rumah Tangga: Istri Lelah Mental, Anak Jadi Korban
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.