Bisnis.com, JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengungkapkan ada empat perusahaan yang terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya imbas panasnya situasi global, yakni perang antara Iran dengan AS-Israel.
Said yang juga sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menjelaskan bahwa kondisi ancaman PHK itu diketahui setelah dirinya melakukan kunjungan bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) serta serikat pekerja.
"Kunjungan kerja ini untuk memastikan apakah ada potensi ancaman PHK terhadap perusahaan-perusahaan terdampak dengan fluktuasi kurs dan perang Iran melawan AS-Israel," kata Said dalam konferensi pers pada Minggu (21/6/2026).
Terdapat sejumlah daerah yang didatangi yakni di Jawa Timur, Jawa Barat, serta Jakarta. Hasilnya terdapat sejumlah perusahaan yang mengalami persoalan sehingga terancam akan PHK karyawannya.
"Hasil temuan tersebut memang benar akibat perang Iran lawan AS Israel tidak kunjung berhenti dan ketidakpastian dunia itu memengaruhi produksi, terutama bagi perusahaan yang berorientasi ekspor dan perusahaan di Indonesia dengan bahan bakunya impor. Perusahaan-perusahaan di kedua situasi ini lah yang terdampak," katanya.
Bagi perusahaan yang berorientasi ekspor seperti produsen garmen atau alas kaki menurutnya terdampak sebab permintaan luar negeri menurun. Sebaliknya, bagi perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor terdampak sebab terjadi lonjakan ongkos produksi.
Baca Juga
- Said Iqbal Sebut 2.500 Buruh Pabrik di Mojokerto Terancam PHK Massal
- Pabrik Garmen Amos Indah Indonesia PHK 133 Buruh, Kemenaker Turun Tangan
- Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Kena PHK Januari-Mei 2026
"Jadi perang ini memukul daya beli masyarakat dan memukul produksi dari perusahaan-perusahaan," ujarnya.
Said mengatakan bahwa setelah adanya temuan tersebut, pihaknya akan melaporkan kondisi kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Termasuk, Said juga akan melaporkan situasi kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) serta pimpinan DPR RI.
Daftar perusahaan yang terancam akan PHK karyawannya: 1. Perusahaan Produsen Kertas di MojokertoSaid mendapati adanya satu perusahaan produsen kertas di Mojokerto, yakni PT Pakerin yang 80% produksinya sudah berhenti. Alhasil, 2.000 pekerja tidak lagi bekerja.
"Ditemukan ada potensi ancaman 2.500 pekerja akan di-PHK," kata Said.
Said menjelaskan bahwa penyebab berhentinya operasi PT Pakerin karena dana untuk modal perusahaan sebanyak Rp800 miliar sampai Rp1 triliun disimpan di Bank Prima. Sementara, Bank Prima dilikuidasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alhasil, dananya kini ada di bawah kendali Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Akibatnya produksi tak bisa jalan, karena uang [modal] dikuasai LPS. Buruh sudah hampir 1 tahun lebih mendekati 2 tahun tidak lagi bekerja," kata Said.
Perusahaan menurutnya memiliki dua pilihan, yakni melanjutkan usahanya. Akan tetapi membutuhkan dana modal yang ada di LPS. Opsi keduanya adalah PHK.
Pihaknya kemudian akan melaporkan hal tersebut kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Selain itu, menurutnya pemerintah akan berkoordinasi dengan LPS terkait dana modal yang kini dikuasai LPS.
2. Perusahaan Produsen Sepatu di BandungTemuan lainnya ada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yakni PT Feng Tai. Dia menjelaskan bahwa di perusahaan sepatu tersebut ada potensi ancaman PHK 4.000 karyawan.
"Saat ini, 4.000 karyawan sudah dirumahkan. Penyebabnya berdasarkan temuan awal, menyatakan bahwa orderan sepatu Nike, ke PT Feng Tai sudah selesai sehingga menunggu orderan berikutnya," ujar Said.
Terdapat juga informasi yang menyatakan adanya keterlambatan bahan baku untuk membuat sepatu Nike. Bahan baku biasanya langsung dari Nike. Akan tetapi, karena ada perang dan geopolitik panas, pesanan bahan baku diserahkan ke fendor yang lain.
3. Perusahaan Komponen Otomotif di Pasuruan dan MojokertoSaid juga menemukan adanya perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam PHK ribuan karyawannya. Dia mengatakan bahwa kondisi yang tidak menentu membuat principle di Jepang memindahkan sebagian produksinya serta melakukan diversifikasi ke komponen kendaraan listrik.
Dalam rangka diversifikasi itu, principle di Jepang rencananya akan memindahkan sebagian produksi ke Vietnam. Sebab, Vietnam dinilai sedang gencar mengembangkan kendaraan listrik.
4. Perusahaan Garmen di JakartaSelain itu, Said juga menyinggung permasalahan di perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di Cilincing, Jakarta yakni PT Amos. Dia menjelaskan bahwa dia menemui kasus banyak karyawan yang sudah 4 bulan tidak dibayar gaji. BPJS Kesehatan milik karyawan pun bermasalah.
Namun, menurut Said kini kasus di PT Amos sudah diatasi oleh pemerintah seiring dengan mitigasi yang telah dilakukan.





