Emiten sektor kesehatan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bersiap mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan dijadwalkan melantai di bursa dengan kode saham EMMI pada Rabu, 8 Juli 2026.
Mengutip prospektus IPO EMMI, perseroan menawarkan 522,85 juta saham baru dengan nominal Rp 50 per saham atau mewakili sebanyak-banyaknya 30% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Perusahaan menawarkan harga IPO dalam rentang Rp 446-515 per saham.
Jika seluruh saham terserap, EMMI berpotensi mengantongi dana segar mencapai Rp 269,27 miliar. Dari dana itu, 10% akan dialokasikan untuk program employee stock allocation atau ESA. Perseroan sudah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.
EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan dengan fokus pada perdagangan alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kesehatan untuk kebutuhan medis. Perseroan juga menyediakan solusi terintegrasi untuk berbagai fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit.
Untuk mendukung operasionalnya, EMMI memiliki satu kantor pusat, dua fasilitas produksi, empat kantor perwakilan serta jaringan tenaga pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut memungkinkan perseroan menjangkau kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan secara lebih luas.
Selain mendistribusikan alat kesehatan, EMMI juga menjadi pemegang hak distribusi eksklusif sejumlah merek global di bidang teknologi medis (medtech). Perseroan dikenal sebagai penyedia peralatan rumah sakit untuk layanan kritikal, seperti ruang operasi (operating theatre) dan unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU).
Ke depan, EMMI berencana memperluas portofolio bisnis ke segmen alat kesehatan habis pakai (consumables), salah satunya melalui produksi benang bedah. Pengembangan tersebut akan dilakukan, termasuk melalui kerja sama strategis (joint venture) dengan mitra global.
Perseroan menilai ekspansi ke segmen consumables akan meningkatkan pendapatan berulang (recurring income), memperbaiki margin usaha, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proyek pengadaan alat kesehatan yang bersifat tidak berulang (non-recurring).
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, EMMI telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia. Basis pelanggannya didominasi oleh rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan institusional, sehingga perseroan memiliki posisi yang kuat dalam proyek pengadaan alat kesehatan bernilai besar di sektor kesehatan.




