JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat untuk meninjau pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua melalui pengembangan komoditas kakao dari hulu hingga hilir.
Dalam kunjungan tersebut, Ribka menegaskan bahwa pengembangan kakao yang menghasilkan produk bernilai tambah merupakan salah satu contoh implementasi Dana Otsus yang tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hari ini saya mendampingi Wakil Presiden berkunjung ke sini. Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik,” ujar Ribka, Minggu, 21 Juni 2026.
BACA JUGA:Wamendagri Ribka Haluk Tegaskan Tak Ada Pemotongan Dana Otsus Papua
Menurut Ribka, keberhasilan pelaksanaan Otsus Papua harus dapat diukur melalui program-program yang berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat peran orang asli Papua (OAP) dalam pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa penggunaan Dana Otsus tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana dana tersebut mampu memberdayakan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan orang asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah,” jelasnya.
BACA JUGA:Pantun Berujung Panas, Elisa Kambu Tantang Narasi Hasyim soal Dana Otsus Papua
Ribka menambahkan, pemerintah berkomitmen terus memperkuat sektor-sektor produktif yang berbasis pada potensi lokal sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan kakao dari hulu hingga hilir menjadi salah satu strategi untuk memastikan nilai tambah ekonomi tidak keluar dari daerah, melainkan dinikmati langsung oleh masyarakat Papua.
“Melalui pengembangan kakao dari hulu hingga hilir seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri. Inilah semangat otonomi khusus yang sesungguhnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Dana Otsus Papua Senilai Rp12,6 Triliun Sudah Dicairkan, Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Gunakan ke Luar Negeri
Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat serta mendukung pengembangan berbagai komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua.
Kunjungan kerja Wakil Presiden bersama Wamendagri tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pelaksanaan Otsus Papua berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah terus mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan berbasis potensi lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Papua, khususnya orang asli Papua.





