Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Jepang resmi berencana menaikkan biaya visa bagi warga negara asing untuk pertama kalinya dalam 48 tahun terakhir. Kebijakan ini menjadi sorotan internasional karena akan berdampak pada jutaan pelancong, termasuk wisatawan asal Indonesia yang selama ini menjadikan Jepang sebagai salah satu destinasi favorit.
Berdasarkan laporan media lokal Jepang, keputusan tersebut telah disetujui oleh kabinet pemerintah. Kenaikan biaya visa ini mencakup beberapa kategori, mulai dari visa sekali masuk hingga visa kunjungan berkali-kali.
Biaya visa sekali masuk yang sebelumnya sebesar 3.000 yen atau sekitar Rp331.000, akan melonjak menjadi 15.000 yen atau setara Rp1,6 juta. Sementara itu, visa untuk kunjungan beberapa kali juga mengalami kenaikan signifikan, dari 6.000 yen (Rp661.000) menjadi 30.000 yen (Rp3,3 juta).
Menurut laporan Jiji Press, tarif baru ini akan mulai diberlakukan untuk setiap permohonan visa yang diajukan pada atau setelah 1 Juli mendatang.
Pemerintah Jepang menjelaskan bahwa penyesuaian biaya ini dilakukan untuk menutupi meningkatnya biaya administrasi dan operasional, yang terdampak oleh kondisi inflasi global. Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah yang wajar di tengah perubahan ekonomi saat ini.
Ia juga menyebutkan bahwa kenaikan biaya visa tidak diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap jumlah wisatawan asing yang masuk ke Jepang, meskipun angka kunjungan dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat.
Jepang sendiri terakhir kali melakukan penyesuaian tarif visa pada tahun 1978, menjadikan kebijakan ini sebagai perubahan besar setelah hampir setengah abad tanpa revisi biaya.
Di sisi lain, Jepang tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati wisatawan dunia, termasuk dari Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia untuk berlibur ke Jepang terus meningkat, terutama ke kota-kota populer seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, hingga Hokkaido.
Daya tarik budaya Jepang, kuliner khas, musim sakura, hingga wisata modern membuat negara tersebut selalu masuk dalam daftar destinasi impian wisatawan Indonesia. Selain itu, kemudahan akses penerbangan dan promosi pariwisata yang agresif juga turut mendorong meningkatnya jumlah kunjungan dari Indonesia.




