Gencatan Senjata di Lebanon Terancam Gagal, Perdamaian Timur Tengah Kembali Menghadapi Ujian Besar

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Meskipun perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah mulai berlaku, pada Jumat (17/6/2026) asap tebal kembali terlihat membumbung di wilayah selatan Lebanon, menandakan bahwa situasi di lapangan masih belum stabil. Dampak dari kondisi tersebut, perundingan AS-Iran yang semula dijadwalkan berlangsung di Swiss diumumkan ditunda.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui sebuah unggahan bahwa Iran sudah “habis” dan menegaskan bahwa pelaksanaan kesepakatan 60 hari akan tetap dilanjutkan. Di sisi lain, pembicaraan antara Israel dan Lebanon tetap akan diteruskan, sementara berbagai pihak terus bergulat antara upaya mempertahankan gencatan senjata dan potensi kembalinya konflik, sehingga prospek perdamaian di Timur Tengah masih dipenuhi ketidakpastian.

Tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan, rekaman yang dikutip dari Reuters masih menunjukkan kepulan asap dalam jumlah besar di Lebanon selatan, yang mengindikasikan bahwa pelaksanaan gencatan senjata belum sepenuhnya berjalan stabil.

Karena memburuknya situasi di perbatasan Israel-Lebanon, perundingan AS-Iran yang sedianya digelar di Swiss pada hari Jumat juga ditunda. Pemerintah Iran bersikeras menyatakan tidak akan menghadiri perundingan di Swiss sebelum pertempuran di Lebanon selatan benar-benar berhenti. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, juga membatalkan rencana perjalanannya ke Swiss yang semula dijadwalkan pada Kamis malam.

Presiden Trump kemudian menulis: “Bukan kami yang duduk di meja perundingan karena terdesak, melainkan Iran. Iran sudah tamat! Selanjutnya kami akan melanjutkan sesuai perjanjian 60 hari. Selama periode itu, Iran tidak akan menerima dana apa pun, bahkan satu sen pun tidak.”

Mengenai pembicaraan antara Israel dan Lebanon, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dalam percakapannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun, menegaskan bahwa pertemuan perwakilan kedua belah pihak yang dijadwalkan berlangsung pekan depan tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

Dalam pembicaraan tersebut, Rubio kembali menekankan perlunya melucuti persenjataan Hizbullah dan memulihkan kendali penuh pemerintah Lebanon atas seluruh wilayah negaranya.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, juga menyatakan melalui unggahannya bahwa Israel berkomitmen kuat untuk segera melaksanakan gencatan senjata. Menurutnya, selama Hizbullah tidak melancarkan serangan, militer Israel akan menghentikan operasi tempur, meskipun pasukannya tetap ditempatkan di Lebanon selatan.

Namun, Leiter menegaskan bahwa perdamaian sejati antara Israel dan Lebanon hanya dapat terwujud apabila Hizbullah, yang disebutnya sebagai kelompok bersenjata proksi yang didukung Iran, berhasil dilumpuhkan.

Leiter dijadwalkan menghadiri pembicaraan Israel-Lebanon di Washington pada pekan depan, yang merupakan putaran terbaru diplomasi antara kedua negara di bawah fasilitasi pemerintahan Trump.

Menurut nota kesepahaman gencatan senjata AS-Iran, Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi pelayaran internasional selama 60 hari tanpa dikenakan biaya transit. Akan tetapi, lembaga baru yang dibentuk Iran, yaitu Otoritas Pengelolaan Selat Teluk Persia, mengumumkan bahwa selama masa berlakunya perjanjian sementara tersebut, seluruh kapal wajib mengajukan permohonan izin melintas setidaknya 48 jam sebelum kedatangan. Pengumuman ini memunculkan spekulasi bahwa Iran di masa mendatang mungkin akan memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melewati jalur tersebut.

Selain itu, para perwakilan negara-negara yang turut memediasi perundingan AS-Iran dijadwalkan mengadakan pertemuan di Mesir pada 21 Juni. Negara-negara yang berpartisipasi meliputi Pakistan, Turki, dan Arab Saudi. Dalam pertemuan itu, mereka akan bertukar pandangan mengenai perkembangan proses diplomasi AS-Iran saat ini serta mengoordinasikan langkah-langkah mediasi berikutnya.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Preview Tunisia Vs Jepang: Samurai Biru Bidik Kemenangan di Laga ke-1.000 Piala Dunia
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kronologi Pemerkosa Anak di Jaktim Kabur ke Genteng Usai Kepergok Warga
• 6 jam laludetik.com
thumb
Bank Artha Graha (INPC) Angkat Elvin Halim sebagai Direktur Utama
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus 2026
• 2 menit laluliputan6.com
thumb
Kemendagri Dorong Objektivitas IPKD lewat Validasi Akademisi dan Media kepada 64 Daerah
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.