KOMPAS.com - Bantuan dana stimulan yang disalurkan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya berguna untuk memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga menjadi penggerak kebangkitan ekonomi keluarga.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, warga mulai membangun kembali sumber penghidupan melalui usaha-usaha kecil yang tumbuh di kawasan hunian sementara (huntara).
Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, menjadi salah satu penerima manfaat yang menggunakan bantuan tersebut untuk memperbaiki rumah yang rusak dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.
Namun, proses pemulihan yang dijalaninya tidak mudah karena banjir kembali terjadi ketika rumahnya masih dalam tahap pembersihan.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 100,1 Triliun Pulihkan Daerah Banjir Sumatera
Di tengah keterbatasan tersebut, Milawati memilih untuk bangkit. Bersama keluarganya, ia membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual berbagai makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2026).
Milawati mengaku bantuan stimulan sebesar Rp 8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp 200.000, sangat membantu proses pemulihan keluarganya.
Saat ini, ia tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu orang masih menempuh pendidikan di pesantren.
Baca juga: Mendagri Tito Klaim Pembangunan Huntara di Sumatera Telah Mencapai 97 Persen
Kisah serupa dialami Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya. Sebagian dana stimulan yang diterimanya dimanfaatkan sebagai modal usaha kecil yang kini dijalankannya di kawasan huntara.
"Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari," kata Salwati.
Berbagai makanan dan minuman dijualnya untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar, sekaligus menjadi sumber penghasilan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.
Tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan huntara menunjukkan bahwa bantuan dari Satgas PRR tidak hanya berfungsi memulihkan kerusakan fisik akibat bencana, tetapi juga menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Anggaran Mulai Mengalir, Satgas PRR Minta Pemulihan Permanen Dipercepat
Hal tersebut terlihat dari aktivitas warga yang mulai membangun kembali kemandirian dan optimisme untuk menata kehidupan yang lebih baik.
Kisah Milawati dan Salwati menjadi gambaran bahwa terdapat semangat untuk bangkitdi balik bencana.
Melalui dukungan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak, masyarakat Pidie Jaya perlahan membangun kembali kehidupan mereka, menjadikan bantuan yang diterima bukan sekadar sarana pemulihan, tetapi juga harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




