Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta ke-499, sebuah atraksi budaya wayang kulit bertajuk Gebyar Harmoni Budaya dihelat di Blok M. Acara ini menjadi kolaborasi unik karena menyuguhkan pertunjukan wayang kulit Jawa dan wayang kulit Betawi.
Dua warisan budaya nusantara, yakni wayang kulit Betawi dan wayang kulit Jawa, bertemu dalam satu panggung pada pertunjukan seni bertajuk Gebyar Harmoni Budaya Jakarta. Perhelatan wayang kulit itu digelar di dalam kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan.
Puncak pertunjukan menampilkan lakon klasik Gatotkaca Lahir yang dibawakan secara kolaboratif oleh dua dalang kenamaan Indonesia. Ki Sukarlana yang mewakili tradisi Betawi dan Ki Gunarto dari wayang kulit Jawa. Perpaduan keduanya menyajikan seni yang memadukan bahasa, musik, serta karakter yang khas.
“Ditampilkan hal-hal yang positif. Ini wayang kulit bukan sekadar wayang kulit tapi ini banyak sentuhan-sentuhan modifikasi wayang kulit yang bisa bahasa Inggris, bisa bahasa Indonesia, bisa Jawa dan bahasa Betawi. Ini dalang kami juga dalang internasional karena sudah keliling dunia.” kata Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah, KRAT. Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 21 Juni 2026.
Baca juga: Sambut HUT Jakarta, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026
Acara ini diinisiasi oleh Paguyuban Jawa Tengah untuk menyemarakkan hari jadi kota Jakarta yang ke-499. Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah Sudarmanto menyatakan acara ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam merawat keberagaman budaya. Terlebih lagi Jakarta sebagai kota multikultural dapat menjadi ruang temu berbagai tradisi dari seluruh nusantara.
Meski wayang terkenal banyak digemari oleh orang tua, tetapi pada pertunjukan ini banyak Gen Z yang menikmati lihainya dalang memainkan lakon. Pemilihan lokasi di Blok M dinilai sangat tepat untuk menarik minat generasi muda dalam mengenal budaya bangsa. Apalagi Blok M bagi mereka sudah terkenal sebagai tempat lahirnya kultur baru.
“Pastinya ini pertunjukan yang memukau banget ya, wah banget apalagi sekarang tradisi wayang sudah jarang banget di Jakarta tentunya. Nah sekarang dihadirkan kembali apalagi di Blok M ya tempatnya kultur-kultur baru tercipta. Nah itu sangat mendobrak banget tentang bagaimana nih tradisi-tradisi lama bisa kembali lagi gitu.” ucap Penonton Wayang, Andri.
“Senang ya karena tentunya ini jujur pengalaman pertama kali aku untuk datang ke sini terus acaranya juga meriah banget dan banyak juga yang bisa dipelajari dari wayang kulit ini.” tutur Vina.
Dengan mengangkat dominan wayang Betawi dan sentuhan wayang kulit Jawa Tengah, kegiatan ini diharapkan jadi simbol energi budaya lokal dan nasional dalam semangat kebersamaan.




