Gangguan Mental Meningkat, IPK Jatim Minta Psikolog Klinis Hadir di Seluruh Puskesmas

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jawa Timur (Jatim) mendorong penempatan psikolog klinis berizin resmi di seluruh puskesmas, seiring dengan tingginya angka gangguan mental masyarakat di tingkat akar rumput.

Toetiek Septriasih Ketua IPK Indonesia Wilayah Jatim mengatakan, dorongan itu mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) pengurus daerah IPK Indonesia Wilayah Jatim di Surabaya. Sehingga, perlu fokus untuk mengoptimalkan layanan kesehatan jiwa tingkat primer.

“Fokus itu diwujudkan dengan keberadaan psikolog klinis di puskesmas,” katanya, Minggu (21/6/2026).

Toetik menegaskan setiap psikolog klinis di fasilitas kesehatan wajib mengantongi kelengkapan hukum, sehingga dokumen Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) menjadi syarat wajib saat melayani pasien.

“Legalitasnya harus lengkap, yaitu STR yang diterbitkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia dan SIP yang diterbitkan oleh pemerintah kota atau kabupaten setempat,” ucapnya.

Penempatan tenaga profesional menurutnya sangat dibutuhkan karena melihat kondisi lapangan terkini.

Cicik Swi Antika, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim juga mengatakan bahwa Dinkes Jatim menemukan mulai banyaknya masalah mental pada kelompok usia dini.

“Hasil pelaksanaan cek kesehatan gratis menunjukkan bahwa hampir 10 persen anak yang telah menjalani skrining mengalami gejala kecemasan dan depresi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah sedang menyelaraskan layanan kesehatan jiwa ke dalam fungsi dasar puskesmas. Namun menurutnya, ketersediaan tenaga psikolog klinis terpantau belum merata di berbagai kawasan.

“Ketersediaan tenaga kesehatan jiwa, termasuk psikolog klinis, belum merata di seluruh wilayah. Terutama pada daerah terpencil, kepulauan, dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Muswil IPK Indonesia Wilayah Jatim 2026 juga membahas pemerataan layanan. Gerdaning Tyas Jadmiko Ketua Panitia Muswil memastikan bahasan forum juga dimaksimalkan untuk memetakan tantangan ke depan.

Ia menekankan bahwa tahun ini, Muswil mengusung emangat bertumbuh dan berkontribusi. Oleh karena itu, pihaknya sengaja mengajak seluruh praktisi medis turun tangan menuntaskan masalah mental warga Jatim.

“Kami ingin berkolaborasi bukan hanya dari teman-teman psikolog klinis, tapi seluruh tenaga kesehatan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur,” katanya.

Retno Kumolohadi Ketua Umum Pengurus Pusat IPK Indonesia menantikan terobosan riil dan aksi lapangan dari nakhoda terpiluhy. Ia menuntut organisasi agar selalu meningkatkan kompetensi, serta mendorong seluruh program kerja daerah harus sejalan dengan langkah nyata dari pemerintah daerah.

“Pengurus pusat mengharapkan semua program yang dijalankan bersinergi dengan kebijakan dari pemerintah,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada Muswil tersebut, Toetiek Septriasih kembali terpilih sebagai Ketua IPK Indonesia Wilayah Jatim periode 2026-2030.(ris/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tutup Sunset di Kebun Hari Pertama, Hindia Dikerubungi Sunset People
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Ngeri! Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub Rano Sebut Ada Daerah yang Berpotensi Amblas
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Dominan tapi Mandul, Ekuador Hanya Raih Hasil Imbang Lawan Curacao
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Pria di Cakung Perkosa Anak di Bawah Umur Diduga Sejak 2025
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Genjot Pasokan Gula Nasional, PT SGN Perluas Areal Tebu Jadi 74.984 Ha
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.