Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang membagikan sebanyak 7.000 bakcang dan es kacang hijau secara gratis kepada masyarakat untuk memeriahkan Festival Bakcang yang menjadi salah satu agenda budaya tahunan di Kota Singkawang.
Pembagian ribuan bakcang tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama kreator konten kuliner Bobon Santoso di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Minggu.
"Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Festival Bakcang di Kota Singkawang. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini," kata Tjhai Chui Mie.
Baca juga: Anggota DPR: Festival Bakcang perkuat persaudaraan bangsa Indonesia
Ia mengatakan Festival Bakcang bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.
Menurut dia, festival tersebut merupakan milik seluruh masyarakat Singkawang tanpa memandang latar belakang suku maupun agama sehingga semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Singkawang dapat terus terjaga.
"Festival Bakcang bukan hanya milik satu kelompok saja. Ini milik seluruh warga Singkawang," ujarnya.
Baca juga: Santap nasi pulut, cara diaspora rayakan Festival Perahu Naga
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus mengembangkan Festival Bakcang agar semakin inklusif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, sehingga berdampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 18 personel pengamanan yang dipimpin IPDA Sunardi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
"Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus masyarakat, menjaga ketertiban, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung," katanya.
Baca juga: Festival Bakcang dan Lamang Baluo di Padang sukses pecahkan rekor MURI
Dia mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polres Singkawang untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian budaya dan kegiatan sosial yang mempererat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Festival Bakcang merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang rutin digelar di Kota Singkawang dan telah berkembang menjadi agenda wisata budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Baca juga: Masyarakat dan wisatawan nikmati 10 ribu bakcang ayam dan lamang baluo
Baca juga: Bakcang dan Lamang Baluo satukan Etnis Minang dan Tionghoa di Padang
Pembagian ribuan bakcang tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama kreator konten kuliner Bobon Santoso di kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Minggu.
"Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Festival Bakcang di Kota Singkawang. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini," kata Tjhai Chui Mie.
Baca juga: Anggota DPR: Festival Bakcang perkuat persaudaraan bangsa Indonesia
Ia mengatakan Festival Bakcang bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya.
Menurut dia, festival tersebut merupakan milik seluruh masyarakat Singkawang tanpa memandang latar belakang suku maupun agama sehingga semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama tumbuh di Kota Singkawang dapat terus terjaga.
"Festival Bakcang bukan hanya milik satu kelompok saja. Ini milik seluruh warga Singkawang," ujarnya.
Baca juga: Santap nasi pulut, cara diaspora rayakan Festival Perahu Naga
Dia menambahkan, Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus mengembangkan Festival Bakcang agar semakin inklusif dan mampu menarik lebih banyak wisatawan, sehingga berdampak positif terhadap sektor ekonomi kreatif, pariwisata, serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 18 personel pengamanan yang dipimpin IPDA Sunardi untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.
"Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus masyarakat, menjaga ketertiban, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung," katanya.
Baca juga: Festival Bakcang dan Lamang Baluo di Padang sukses pecahkan rekor MURI
Dia mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polres Singkawang untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian budaya dan kegiatan sosial yang mempererat persatuan serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Festival Bakcang merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang rutin digelar di Kota Singkawang dan telah berkembang menjadi agenda wisata budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Baca juga: Masyarakat dan wisatawan nikmati 10 ribu bakcang ayam dan lamang baluo
Baca juga: Bakcang dan Lamang Baluo satukan Etnis Minang dan Tionghoa di Padang





