Pemerintah hingga pertengahan Juni 2026 belum mengumumkan jadwal resmi pembukaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Penegasan ini disampaikan menyusul maraknya informasi hoaks di media sosial yang mengeklaim pendaftaran telah dibuka serta menyertakan tautan pendaftaran palsu.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap berbagai poster atau informasi rekrutmen yang beredar di media sosial maupun aplikasi perpesanan. BKN memastikan bahwa informasi yang tersebar luas tersebut tidak berasal dari sumber resmi pemerintah.
Tingginya minat masyarakat terhadap seleksi CASN sering kali dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi fiktif dan tautan yang menyerupai situs resmi pemerintah. Hal ini membuat calon pelamar kesulitan membedakan informasi asli dengan hoaks.
Terkait jadwal pelaksanaan, pemerintah saat ini masih dalam tahap persiapan kebutuhan formasi ASN untuk tahun anggaran 2026. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa proses pengumpulan usulan kebutuhan pegawai dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah sedang berlangsung.
Hasil pemetaan kebutuhan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan jumlah formasi yang nantinya dibuka pada seleksi CASN 2026. Sesuai pola seleksi sebelumnya, pengumuman resmi biasanya baru akan dikeluarkan pemerintah setelah proses pendataan kebutuhan dan penetapan formasi selesai dilakukan.





