Banjarbaru (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melestarikan seni budaya suku Banjar lewat lomba Madihin dan Hadrah yang diikuti sebanyak 274 peserta di Lapangan dr Murjani Kota Banjarbaru, Minggu.
"Lomba ini sebagai wujud komitmen nyata Polri dalam menjaga kearifan lokal dengan harapan seni budaya di Kalsel dicintai oleh generasi-generasi muda," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan.
Yudha mengakui seni tradisional saat ini rawan tergerus zaman di tengah maraknya budaya luar yang mewarnai kehidupan generasi muda.
Baca juga: Banjarmasin tularkan warisan budaya musik Banjar pada gen Z
Oleh karena itu, dengan perlombaan tersebut maka diharapkan eksistensi Madihin dan Hadrah tetap terjaga terutama memotivasi anak muda bisa ikut melestarikannya.
Melihat tingginya antusiasme penonton dan peserta, Kapolda mengisyaratkan festival seni budaya itu akan menjadi agenda berkelanjutan dengan skala yang lebih besar.
"Ada juga saudara-saudara kita dari Dayak yang hari ini hadir turut meramaikan. Insya Allah tahun depan akan kita lombakan juga seni budaya Dayak," tambahnya.
Baca juga: Madihin hingga lomba makan krupuk 17 Agustus digelar di Mekkah
Kapolda juga mengungkapkan para pemenang nantinya tampil pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli tahun 2026.
Sementara Kasubbid Provos Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien selaku panitia pelaksana melaporkan untuk perlombaan Madihin diikuti 36 peserta yang terbagi dalam 13 tim perwakilan Polri (Polres jajaran) dan 7 tim dari kategori masyarakat umum.
Sedangkan lomba Hadrah diramaikan 238 peserta yang terdiri atas 1 tim Polri dan 13 tim masyarakat umum.
Baca juga: Seni "Hadrah" warnai HUT TNI ke-78 di NTB
Diketahui Madihin dan Hadrah adalah dua kesenian tradisional bernafaskan Islam yang sangat populer di kalangan masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.
Madihin merupakan seni sastra lisan dengan pemainnya menabuh alat musik pukul yang disebut terbang sambil melantunkan lirik bahasa Banjar.
Sementara Hadrah jenis musik dengan lantunan shalawat yang dibawakan berkelompok sambil memainkan alat musik rebana diiringi gerakan koreografi.
Baca juga: Warga Desa Batu Merah Ambon gelar tradisi Karnaval Hadrah
Peserta lomba Hadrah dari anggota Polri saat tampil di Lapangan dr Murjani Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (ANTARA/Firman)
"Lomba ini sebagai wujud komitmen nyata Polri dalam menjaga kearifan lokal dengan harapan seni budaya di Kalsel dicintai oleh generasi-generasi muda," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan.
Yudha mengakui seni tradisional saat ini rawan tergerus zaman di tengah maraknya budaya luar yang mewarnai kehidupan generasi muda.
Baca juga: Banjarmasin tularkan warisan budaya musik Banjar pada gen Z
Oleh karena itu, dengan perlombaan tersebut maka diharapkan eksistensi Madihin dan Hadrah tetap terjaga terutama memotivasi anak muda bisa ikut melestarikannya.
Melihat tingginya antusiasme penonton dan peserta, Kapolda mengisyaratkan festival seni budaya itu akan menjadi agenda berkelanjutan dengan skala yang lebih besar.
"Ada juga saudara-saudara kita dari Dayak yang hari ini hadir turut meramaikan. Insya Allah tahun depan akan kita lombakan juga seni budaya Dayak," tambahnya.
Baca juga: Madihin hingga lomba makan krupuk 17 Agustus digelar di Mekkah
Kapolda juga mengungkapkan para pemenang nantinya tampil pada acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli tahun 2026.
Sementara Kasubbid Provos Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien selaku panitia pelaksana melaporkan untuk perlombaan Madihin diikuti 36 peserta yang terbagi dalam 13 tim perwakilan Polri (Polres jajaran) dan 7 tim dari kategori masyarakat umum.
Sedangkan lomba Hadrah diramaikan 238 peserta yang terdiri atas 1 tim Polri dan 13 tim masyarakat umum.
Baca juga: Seni "Hadrah" warnai HUT TNI ke-78 di NTB
Diketahui Madihin dan Hadrah adalah dua kesenian tradisional bernafaskan Islam yang sangat populer di kalangan masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan.
Madihin merupakan seni sastra lisan dengan pemainnya menabuh alat musik pukul yang disebut terbang sambil melantunkan lirik bahasa Banjar.
Sementara Hadrah jenis musik dengan lantunan shalawat yang dibawakan berkelompok sambil memainkan alat musik rebana diiringi gerakan koreografi.
Baca juga: Warga Desa Batu Merah Ambon gelar tradisi Karnaval Hadrah
Peserta lomba Hadrah dari anggota Polri saat tampil di Lapangan dr Murjani Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026). (ANTARA/Firman)





