Piala Dunia 2026: Belgia Waspadai Motivasi Tinggi dan Kekuatan Kolektif Iran

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Pemain Timnas Belgia, Maxim De Cuyper (5), berebut bola dengan pemain Timnas Mesir, Mostafa Zico (11), dalam laga Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) waktu setempat. (Sumber: AP Photo/Maddy Grassy)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Belgia bersiap menghadapi laga kedua melawan Iran dalam lanjutan babak penyisihan grup G Piala Dunia 2026. Pertandingan akan digelar di Los Angeles Stadium, Minggu waktu setempat atau Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Jelang laga krusial, kedua tim bidik kemenangan dan misi bangkit usai laga perdana hanya bermain imbang.

Tim kepelatihan Belgia mengakui adanya tantangan tersendiri dalam menganalisis peta kekuatan sang lawan yang dinilai memiliki motivasi kompetitif yang tinggi.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengungkapkan bahwa keterbatasan data pada sejumlah pertandingan persahabatan membuat timnya memberikan perhatian khusus pada rekam jejak kualifikasi Iran serta performa terakhir mereka di putaran final.

"Kami menganalisis Iran dengan kurang menyeluruh dibandingkan biasanya, karena mereka adalah tim yang sulit dilacak dalam pertandingan persahabatan," ujar Rudi Garcia, dikutip laman resmi FIFA.

Baca Juga: Jelang Lawan Belgia, Pelatih Iran Kritik Pembatasan Perjalanan yang Pangkas Waktu Latihan Tim

"Namun, kami telah melihat bahwa mereka menjalani kampanye kualifikasi yang kuat untuk Piala Dunia dan kami jelas menyaksikan mereka dalam pertandingan pertama mereka melawan Selandia Baru. Kami tidak mengikuti tim-tim Asia dengan sangat dekat, tetapi semua orang jelas mengenal (Mehdi) Taremi," katanya.

Kewaspadaan terhadap potensi kejutan dari tim lawan juga diamini oleh lini pertahanan Belgia. Bek tim nasional Belgia, Thomas Meunier, menilai bahwa faktor psikologis dan semangat untuk memberikan kebanggaan bagi suporter dapat menjadi energi tambahan yang mempersulit jalannya pertandingan bagi timnya.

"Ini adalah periode yang seharusnya benar-benar menggembleng tim Iran. Kami telah melihat hal itu juga, sebagai contoh, ketika kami bermain melawan Ukraina di Liga Negara," ucap Meunir.

"Ada motivasi tertentu, sebuah lonjakan energi, untuk membuat masyarakat dan para penggemar bangga. Dan saya dapat melihat hal itu. Faktanya, bagi kami, itu adalah sebuah tantangan tambahan."

Dalam grup G persaingan sangat ketat. Keempat tim masih memiliki poin yang sama kuat dengan mengoleksi satu poin usai laga perdana hanya mampu bermain imbang, baik Belgia, Iran, New Zealand dan Mesir.

Penulis : Rizky Ade Saputro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : FIFA

Tag
  • Belgia
  • Rudi Garcia
  • Pelatih Belgia
  • Piala Dunia 2026
  • Belgia vs Iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persis Masuk Era Baru Bersama Ricky Nelson, Bidik Tiket Kembali ke Super League
• 11 jam lalubola.com
thumb
Jonathan Tah Bongkar Kunci Kebangkitan Jerman usai Comeback Dramatis atas Pantai Gading hingga Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Biaya Internet RI Cuma Rp189 Ribu/Bulan, Negara Ini Tembus Rp6 Juta
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Soroti Rekam Jejak Seskab Teddy, Hotman Paris: Dia Bisa Dipercaya Tangani Isu Strategis dan Rahasia!
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
3 Rekomendasi Drakor Bertema Olahraga yang Penuh dengan Motivasi, Ada yang Dibintangi Lee Sung Kyung
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.