HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kecamatan Panakkukang bersama Perumda Terminal Makassar Metro menawarkan solusi relokasi bagi para pedagang Pasar Hobi Toddopuli sebagai bagian dari rencana penataan kawasan eks Terminal Toddopuli.
Dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, pemerintah menawarkan dua lokasi alternatif yang dinilai lebih representatif dan sesuai peruntukan, yakni Pasar Sawah di Jalan Gunung Latimojong dan Terminal Regional Daya.
Camat Panakkukang, Syahrir, mengatakan pemerintah tidak serta-merta melakukan pengosongan lokasi. Sebaliknya, pemerintah membuka ruang komunikasi dan musyawarah dengan para pedagang untuk menentukan lokasi relokasi yang dianggap paling sesuai.
“Hasil rapat hari ini, kami menawarkan relokasi pedagang Pasar Hobi ke Pasar Sawah di Jalan Gunung Latimojong atau Terminal Regional Daya,” tuturnya.
“Kami juga memberikan waktu selama tiga hari kepada para pedagang untuk bermusyawarah dan menentukan lokasi yang mereka inginkan,” sambung Syahrir.
Melalui proses komunikasi dan koordinasi yang terus dilakukan, Pemerintah Kecamatan Panakkukang berharap proses relokasi dapat berjalan lancar sehingga penataan kawasan eks Terminal Toddopuli dapat terlaksana secara tertib tanpa mengabaikan kepentingan para pedagang maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan proses penataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi bersama para pedagang serta pengurus asosiasi Pasar Hobi.
Menurut Elber, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pengurus asosiasi guna membahas rencana relokasi pedagang ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
“Alhamdulillah sudah ada komunikasi dengan ketuanya, ketua asosiasinya. Kami juga sudah memberikan Surat Peringatan pertama kepada para pedagang di Pasar Hobi Toddopuli,” ujar Elber.
Ia menjelaskan, relokasi pedagang merupakan bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus optimalisasi aset daerah yang berada di area eks Terminal Toddopuli. Selain itu, langkah tersebut juga bertujuan menghidupkan kembali fungsi terminal sesuai peruntukannya.
Menurutnya, proses relokasi tidak dilakukan secara sepihak, melainkan melalui pendekatan persuasif dan dialog bersama para pedagang agar solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak.
“Kami ingin proses ini berjalan baik. Karena itu, komunikasi terus dilakukan dengan para pedagang maupun pengurus asosiasi agar relokasi dapat terlaksana secara tertib,” jelasnya.
Elber mengungkapkan, sebagian pedagang menyambut positif rencana relokasi yang ditawarkan pemerintah karena tetap memberikan ruang untuk melanjutkan aktivitas usaha di lokasi yang telah disiapkan.
Apalagi, dengan penataan pasar, ia berharap kawasan eks Terminal Toddopuli dapat kembali difungsikan sesuai peruntukannya.
“Ini, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutup Elber. (*)





