Refleksi Hari Krida Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Tantangan Iklim

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com – Hari Krida Pertanian yang diperingati setiap 21 Juni menjadi momentum untuk merefleksikan upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga pangan.

Perubahan pola cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas lahan dan hasil panen di sejumlah daerah. Di sisi lain, pemerintah juga dituntut menjaga stabilitas harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengabaikan kesejahteraan petani sebagai produsen.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2026), penguatan cadangan pangan menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar domestik.

Baca juga: Prabowo Gelar Gerakan Tanam Padi Serentak di 14 Provinsi, Dipusatkan di Ogan Ilir

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 18 Juni 2026, stok beras yang dikelola Perum Bulog mencapai 5,2 juta ton. Cadangan tersebut dimanfaatkan sebagai instrumen pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna mengantisipasi gejolak harga di tingkat konsumen.

Pemerintah juga melanjutkan program bantuan pangan beras yang menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas harga pangan di berbagai daerah.

Selain menjaga ketersediaan pangan, perhatian juga diarahkan pada kesejahteraan petani sebagai ujung tombak produksi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau meningkat 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga: Kudus Giatkan Gerakan Tanam Padi Organik

Kenaikan NTP tersebut menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani dari hasil panen tumbuh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga. Pemerintah menilai tren tersebut perlu terus dijaga agar sektor pertanian tetap memberikan nilai ekonomi yang layak sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke bidang agraria.

Di sisi lain, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Pada kuartal I 2026, sektor ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 12,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Meski demikian, tantangan perubahan iklim dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diantisipasi. Pola cuaca yang tidak menentu berpotensi memengaruhi luas tanam maupun produktivitas di sejumlah wilayah sentra pangan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai program penguatan produksi, antara lain melalui pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, serta Gerakan Tanam Serempak. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga indeks pertanaman sekaligus memastikan produksi pangan tetap terjaga di tengah dinamika iklim.

Baca juga: Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Momentum Hari Krida Pertanian juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada besarnya cadangan pangan, tetapi juga pada keberlanjutan produksi, kesejahteraan petani, serta kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat sistem pangan nasional.

Dengan langkah tersebut, diharapkan sektor pertanian tetap mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim pada masa mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada Kata Terlambat, untuk Bangsa Bermartabat
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Miyu Juara Hip Hop U18 di Polandia, Dancer Muda Indonesia Harumkan Nama Bangsa
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Pabrik Mainan di Medan Terbakar
• 18 jam laludetik.com
thumb
Masyarakat Padati Tunjungan-Balai Kota, Saksikan Parade Surabaya Fashion Festival
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
ESQ Halal Center Diresmikan, Siap Sukseskan Wajib Halal Oktober 2026
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.