Masyarakat Surabaya memadati Jalan Tunjungan hingga kawasan Balai Kota Surabaya, untuk menyaksikan Surabaya Fashion Festival (SFF) pada, Minggu (21/6/2026).
Para penonton SFF 2026 dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang tua, tampak antusias memenuhi sisi kanan dan kiri jalan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan jalannya parade. Kemeriahan acara juga terasa dari banyaknya warga yang mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka.
Tak sedikit pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman-temannya, memanfaatkan akhir pekan untuk menikmati pertunjukan sekaligus merasakan atmosfer pusat kota yang berubah menjadi ruang peragaan busana.
Lyla Nur Aini salah satu pengunjung SFF 2026 mengaku sangat antusias menyaksikan festival ini. Ia mengatakan bahwa gelaran ini meriah karena menampilkan banyak peragaan busana hingga grup drum band dari berbagai lembaga pendidikan
“Datang dari pagi jam 7 sekalian jogging, olahraga bareng teman-teman. Tapi sayangnya susah sekali nyari tempat parkir. Karena banyak lalu lintas yang ditutup. Semoga ke depan, lebih baik lagi,” ucapnya kepada suarasurabaya.net di lokasi.
Gelaran Surabaya Fashion Festival (SFF) di Jalan Tunjungan, Surabaya, pada Minggu (21/6/2026). Foto: Risky suarasurabaya.netIa menyempatkan waktu untuk menyaksikan parade akbar ini, karena hanya digelar satu tahun sekali. Oleh karena itu, ia tidak mau melewatkan kesempatan ini bersama teman-temannya.
Sementara itu, M. Fikser Asisten 1 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mengatakan bahwa gelaran SSF 2026 ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan Memorandum.
Ia berharap kemeriahan acara tersebut berjalan kondusif serta memberikan dampak ekonomi dan hiburan yang nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan semua acara ini berjalan dengan lancar, warga Surabaya bisa menikmati dengan tertib, damai, dan semoga kegiatan ini membawa dampak nilai manfaat bagi kita semua, khususnya bagi Kota Surabaya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Choirul Shodiq Direktur Utama Memorandum menjelaskan bahwa rute SFF tahun ini sengaja dibuat berbeda dengan tahun lalu yang digelar di Kota Lama. Tahun ini, tengah kota dipilih agar lebih menarik.
“Perlu kami laporkan, SFF ini sudah berlangsung untuk yang kedua kalinya. Yang pertama kita laksanakan di Kota Lama, dan yang kedua hari ini diberangkatkan dari jantung kota. Mulai dari Siola, menyusuri Jalan Tunjungan, melintasi Grahadi, hingga nanti finish di Balai Kota Surabaya,” ujarnya.
Ia juga berharap SFF dapat terus konsisten digelar setiap tahun agar bertransformasi menjadi ikon wisata baru yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.
Seperti diketahui, event akbar yang mempersembahkan peragaan fashion busana hingga drum band ini, juga merupakan bagian dari menyemarakkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.(ris/bil/iss)




