BAZNAS dan Ponpes Al Fath Kirim 18 Dai ke Pulau Buru Perkuat Pembinaan Mualaf

disway.id
1 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi kembali memperkuat sinergi dakwah melalui pelepasan 18 dai dalam Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII. 

Para dai tersebut akan bertugas di Pulau Buru, Maluku, guna memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf di wilayah tersebut.

Pelepasan para dai digelar di Pondok Pesantren Modern Al Fath, Sukabumi, Minggu 21 Juni 2026 dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi,, Pimpinan Ponpes Al Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. Muchlis M. Hanafi,  serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah.

BACA JUGA:Pascagempa Parigi Moutong, BAZNAS Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi 171 Warga Terdampak

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam mendukung penguatan akidah dan pembinaan masyarakat mualaf, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"BAZNAS berperan sebagai jembatan yang menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu kelompok yang menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan keagamaan," ujarnya.

Menurut Zainut, kolaborasi antara BAZNAS RI dan Ponpes Al Fath merupakan bentuk sinergi yang saling melengkapi dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam.

BACA JUGA:Keren! 75 Persen Lulusan Sekolah Cendekia BAZNAS 2026 Lolos PTN Unggulan, Ini Kuncinya

Ia mengibaratkan kerja sama tersebut seperti "gayung bersambut", di mana pesantren menyediakan sumber daya dakwah, sementara BAZNAS mendukung melalui program pemberdayaan dan pendanaan.

Ia menegaskan, para dai yang bertugas di lapangan harus mengedepankan metode dakwah bil hikmah, yakni pendekatan dakwah yang dilakukan dengan kebijaksanaan, nasihat yang baik, serta dialog yang santun.

"Dakwah tidak dilakukan dengan cara menghakimi atau menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai ajaran Islam," katanya.

BACA JUGA:Peduli Korban Kebakaran Kemayoran, BAZNAS Pasang Instalasi Listrik Warga dan Salurkan Bantuan Makanan

Zainut juga menekankan pentingnya memahami kondisi masyarakat yang menjadi sasaran dakwah.

Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat awam maupun para mualaf harus dilakukan secara bertahap dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat yang belum banyak mengenal ajaran Islam, maka yang harus dikedepankan adalah pendekatan yang humanis dan membangun kedekatan. Dai hadir untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barba Pamit dari Persib, Kontrak Habis Meski Ada Opsi Perpanjangan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa DKI Jakarta 22 Juni 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Klasemen Terbaru MotoGP 2026 Usai Seri Ceko: Bezzechi Masih Kokoh di Puncak
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dorong Perpres Publisher Rights Jadi UU, KTP2JB Harap Google Cs Lebih Transparan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Mandalika International Circuit Cetak Generasi Baru Pembalap Indonesia
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.