REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cirebon terus melakukan optimalisasi capaian pendapatan asli daerah. Salah satunya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dirasa masih kurang maksimal.
Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Bapenda Kabupaten Cirebon, Anne Sri Mulyani, mengakui masih adanya kecamatan yang capaian pendapatan PBB nya jauh dari target. Walaupun, Anne juga mengakui ada kecamatan yang sudah melampaui target.
Baca Juga
KAI Cirebon Amankan 438 Barang Penumpang yang Tertinggal Senilai Rp447 Juta, dari Emas Hingga Gadget
Tekan Angka Fatherless, Pemkot Cirebon Imbau Para Ayah Ambil Rapor dan Antar Anak Sekolah
Mantan Walkot Cirebon Dituntut 10 Tahun Penjara di Kasus Pembangunan Gedung Setda Rp26,5 Miliar
“Untuk kecamatan yang tertinggi itu ada Kecamatan Pabedilan yang capaiannya sudah 52,49 persen. Secara total per tanggal 12 Juni ini, pendapatan PBB-P2 baru sebesar Rp16 miliar lebih atau sekitar 35 persen dari target yang ditentukan,” terangnya, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Anne mengatakan terdapat beberapa kendala yang dialami oleh pihaknya dalam melakukan pengumpulan PBB-P2. Kendala terbesar, lanjut dia, adalah dari kesadaran masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Kendala yang kita temukan di lapangan adalah mulai dari ketaatan masyarakat yang kurang dalam membayar pajak, waktu pembayaran yang menunggu panen juga menjadi kendala hingga sinkronisasi data warga yang sudah membayar pajak,” ujarnya.